Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 105 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 105 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 319 •  Quarter Hizb 32.5 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّيْ نَسْفًا ۙ

Wa yas'alūnaka ‘anil-jibāli fa qul yansifuhā rabbī nasfā(n).

Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, “Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya,

Makna Surat Taha Ayat 105
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Orang-orang yang mengingkari hari kiamat menyatakan keraguan mereka dengan bertanya tentang gunung-gunung yang kukuh. Dan mereka bertanya kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tentang gunung- gunung di sekitar mereka. Maka katakanlah, “Tuhanku akan menghancurkannya sehancur-hancurnya di hari kiamat sehingga tidak ada satu pun yang masih utuh.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menerangkan sebagai jawaban atas pertanyaan kaum musyrik kepada Muhammad saw bahwa gunung-gunung pada hari Kiamat itu dihancurluluhkan sehingga beterbangan di udara, bagaikan debu di bawa angin ke mana-mana sehingga tidak ada bekasnya sama sekali. Dengan ditemukannya bom atom pada abad kedua puluh ini dapat dibayangkan bagaimana hebatnya dan dahsyatnya kehancuran dan kebinasaan pada hari Kiamat. Sedang dengan sebuah bom atom saja yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki masih dianggap kecil daya ledaknya dibanding dengan daya ledak bom nuklir sekarang, sudah demikian hebatnya kehancuran yang timbul karenanya, apalagi kehancuran yang timbul pada hari Kiamat tentu beribu kali hebat dan dahsyatnya dari kehancuran yang ditimbulkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki itu. Pada ayat lain Allah menerangkan pula bagaimana keadaan gunung-gunung pada hari Kiamat itu firman-Nya:

وَيَوْم يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَفَزِعَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اللّٰهُ ۗوَكُلٌّ اَتَوْهُ دٰخِرِيْنَ ٨٧ وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَّهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِۗ صُنْعَ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍۗ اِنَّهٗ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَفْعَلُوْنَ ٨٨

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (an-Naml/27: 87 dan 88)

Isi Kandungan Kosakata

1. Qā’an ṣafṣafā قَاعًا صَفْصَفًا (Ṭāhā/20: 106).

Qā’a artinya adalah “tanah datar” dan ṣafṣaf artinya “lurus” seperti saf dalam salat, maksudnya “terhampar”. Maksudnya adalah bahwa pada hari kiamat nanti gunung-gunung yang menjulang di bumi ini akan dihan-curleburkan oleh Allah sehingga rata dengan tanah, bumi yang pernah dihuni oleh manusia digantikan dengan bumi yang lain, yang juga rata. Inilah Padang Mahsyar di mana manusia akan dihisab.

2. Hamsan هَمْسًا (Ṭāhā/20: 106)

Hams secara harfiyah berarti “suara yang sangat halus”. Maksudnya adalah bahwa di padang mahsyar itu nanti akan terdengar suara malaikat yang mengarahkan manusia ke tempat pengadilan Allah. Pada waktu itu tidak akan ada yang mampu atau berani bicara. Semua terdiam menunggu-nunggu apa akan terjadi berikutnya. Yang terdengar hanya bunyi langkah-langkah kaki yang begitu halus lebih halus dari bunyi bisikan. Demikianlah lukisan hebatnya ketakutan manusia pada waktu itu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto