Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 16 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 16 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 313 •  Quarter Hizb 32 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ فَتَرْدٰى

Falā yaṣuddannaka ‘anhā mal lā yu'minu bihā wattaba‘a hawāhu fa tardā.

Janganlah engkau dipalingkan darinya (iman pada hari Kiamat) oleh orang yang tidak beriman padanya dan mengikuti hawa nafsunya sehingga engkau binasa.

Makna Surat Taha Ayat 16
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka setelah engkau mengetahui keniscayaan kiamat, janganlah sekali-kali engkau dipalingkan dari-nyaoleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti keinginannya, sehingga engkau menjadi lengah dan tidak siap menghadapinya. Ketahuilah, jika engkau dipalingkan, hal itulah yang menyebabkan engkau binasa.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Sekalipun ayat ini ditujukan kepada Nabi Musa a.s., tetapi itu merupakan pelajaran bagi kaum Muslimin. Allah meminta agar kita tidak terpengaruh oleh orang-orang yang tidak percaya kepada hari Kiamat dan orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya. Kalau kita ikuti keinginan orang-orang itu, maka kita akan merugi dan menyesal. Harta kekayaan, kemewahan tidak akan dapat menolong kita dari azab Allah, sebagaimana firman Allah:

وَمَا يُغْنِيْ عَنْهُ مَالُهٗٓ اِذَا تَرَدّٰىٓۙ ١١

“Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.” (al-Lail/92: 11)

Juga keluarga kita tidak akan bisa dan mungkin menolong sebagaimana firman Allah:

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ ٣٤ وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِۙ ٣٥ وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِۗ ٣٦ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِۗ ٣٧

Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. (‘Abasa/80: 34-37)

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Wādil-Muqaddas اَلْوَادِى الْمُقَدَّسِ (Ṭāhā/20: 12)

Wādī, berarti lembah dan muqaddas, yang suci dan disucikan. Letak lembah ini di kaki Gunung Sinai, tempat Nabi Musa kemudian menerima Taurat. Allah memerintahkan kepada Musa agar melepaskan alas kakinya sebagai tanda penghormatan pada tempat ini, dan kata ṭuwā sesudah itu, umumnya kata ini diartikan sebagai nama lembah itu, kendati ada juga yang mengatakan, bahwa ṭuwā adalah kosakata yang berarti dua kali, yakni lembah itu dua kali disucikan, atau Musa dua kali dipanggil.

2. li Żikrī لِذِكْرِيْ (Ṭāhā/20: 12)

Żikrī artinya mengingat, baik mengingat sesuatu yang terlupa atau mengingat sesuatu agar tidak terlupa.

Menurut Quraish Shihab dalam tafsir al-Mishbah, ulama berbeda pendapat tentang makna li żikrī pada ayat ini dan juga pada huruf lam yang mendahului kata żikri. Kata żikr ada yang memahaminya dalam arti zikir dengan ucapan, ada juga yang mengartikan zikir dengan qalbu.

Sedang huruf lam ada yang memahaminya dalam arti ‘agar supaya’ sehingga arti kata li żikrī adalah perintah melaksanakan salat agar dengan salat seseorang selalu mengingat kehadiran Allah. Salat yang benar-benar khusyu’ bisa mengajak seseorang untuk selalu mengingat Allah dan melaksanakan perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Makna yang dikandung kata li żikrī adalah isyarat kepada hikmah dibalik perintah salat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto