Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 107 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 107 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 319 •  Quarter Hizb 32.5 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

لَّا تَرٰى فِيْهَا عِوَجًا وَّلَآ اَمْتًا ۗ

Lā tarā fīhā ‘iwajaw wa lā amtā(n).

Engkau tidak akan melihat lagi dataran rendah dan dataran tinggi di sana.”

Makna Surat Taha Ayat 107
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sesudah itu maka Dia akan menjadikan area bekas gunung-gunung itu datar sama sekali sehingga kondisinya berbeda dari sebelumnya. Pada saat itu permukaan bumi menjadi rata; tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya tempat yang rendah karena adanya lembah, dan tidak pula tempat yang tinggi-tinggi karena adanya perbukitan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Sesudah gunung-gunung itu dihancurluluhkan dan beterbangan dibawa angin ke mana-mana, maka tempat berdiri gununggunung itu menjadi rata dan berubahlah wajah bumi yang dahulunya indah dipandang mata, karena ada lembah dan bukit ada dataran tinggi, ada pohon-pohon yang rindang dan tanam-tanaman yang hijau, semua itu telah tiada, semuanya telah kembali ke alam fana. Pada hari itu semua manusia menjadi panik berlari kesana kemari untuk menyelamatkan dirinya tak tentu arah dan tujuan seperti tersebut dalam firman-Nya:

يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ ٤ وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ ٥

Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (al-Qāri’ah/101: 4 dan 5)

Manusia bertanya-tanya apakah yang telah terjadi dengan bumi seperti tersebut dalam firman-Nya:

وَقَالَ الْاِنْسَانُ مَا لَهَاۚ ٣ يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ ٤ بِاَنَّ رَبَّكَ اَوْحٰى لَهَاۗ ٥

Dan manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?” Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya. (az-Zalzalah/99: 3-4 dan 5)

Isi Kandungan Kosakata

1. Qā’an ṣafṣafā قَاعًا صَفْصَفًا (Ṭāhā/20: 106).

Qā’a artinya adalah “tanah datar” dan ṣafṣaf artinya “lurus” seperti saf dalam salat, maksudnya “terhampar”. Maksudnya adalah bahwa pada hari kiamat nanti gunung-gunung yang menjulang di bumi ini akan dihan-curleburkan oleh Allah sehingga rata dengan tanah, bumi yang pernah dihuni oleh manusia digantikan dengan bumi yang lain, yang juga rata. Inilah Padang Mahsyar di mana manusia akan dihisab.

2. Hamsan هَمْسًا (Ṭāhā/20: 106)

Hams secara harfiyah berarti “suara yang sangat halus”. Maksudnya adalah bahwa di padang mahsyar itu nanti akan terdengar suara malaikat yang mengarahkan manusia ke tempat pengadilan Allah. Pada waktu itu tidak akan ada yang mampu atau berani bicara. Semua terdiam menunggu-nunggu apa akan terjadi berikutnya. Yang terdengar hanya bunyi langkah-langkah kaki yang begitu halus lebih halus dari bunyi bisikan. Demikianlah lukisan hebatnya ketakutan manusia pada waktu itu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto