Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 49 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 49 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 314 •  Quarter Hizb 32 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

قَالَ فَمَنْ رَّبُّكُمَا يٰمُوْسٰى

Qāla famar rabbukumā yā mūsā.

Dia (Fir‘aun) berkata, “Siapakah Tuhanmu berdua, wahai Musa?”

Makna Surat Taha Ayat 49
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Fir’aun ingin mendapat kejelasan tentang Allah, Tuhan Yang Mahakuasa tersebut. Dia berkata, “Siapakah Tuhanmu berdua yang mengutusmu untuk menyampaikan dakwah itu, wahai Musa?”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwa setelah Musa dan Harun a.s. sampai di depan istana Fir‘aun keduanya berdiri di sana, menunggu izin untuk masuk. Setelah tertahan cukup lama, karena penjagaan yang amat ketat, keduanya baru diizinkan masuk untuk menemui Fir‘aun; dan terjadilah dialog antara keduanya dan Fir‘aun. Pada ayat ini Allah mengisahkan dialog itu. Fir‘aun bertanya, “Kalau engkau berdua betul-betul utusan Tuhanmu yang mengutus kamu kemari, saya harap engkau beritahukan kepada saya, siapa Tuhanmu?” Di dalam ayat ini, seakan-akan Musalah yang ditanya oleh Fir‘aun, karena hanya nama Musa yang dipanggil, sekalipun pertanyaan itu ditujukan kepada Musa dan Harun, karena memang Musalah yang pokok, sedang Harun hanyalah pembantu baginya.

Isi Kandungan Kosakata

1. al-Qurūn al-ūlā اَلْقُرُوْنِ اْلأُوْلَى (Ṭāhā/20:51)

الأول ى القرون, القرون jamak dari القرن dari akar kata ق ر ن , artinya mengumpulkan antara dua hal. Dari sini muncul kata القرن (al-qarnu) berarti satu masa atau abad dalam tahun syamsiah (100 tahun), dan kata lainnya القرن (al-qaranu) artinya tanduk.

Al-Qarn pada ayat ini artinya sekumpulan orang yang hidup dan berkumpul pada satu masa (Yūnus/10: 13). Sedangkan الأولى القرون artinya generasi-generasi terdahulu. Maksudnya generasi-generasi sebelum Fir‘aun yang juga menganut kepercayaan seperti yang dianut oleh Fir‘aun.

Pertanyaan tentang nasib generasi terdahulu diajukan Fir‘aun kepada Musa sesudah Musa menjelaskan hakekat tuhan seluruh manusia, seakan-akan Fira’un meremehkan risalah Nabi Musa dan Harun dengan menanyakan nasib orang-orang terdahulu, apakah mereka akan disiksa, dan mampukah keduanya memalingkan kepercayaan pengikut Fir‘aun dari kepercayaan leluhurnya.

2. Mahdan مَهْدًا (Ṭāhā/20: 53)

مهدا (mahdan) artinya terhampar. Allah jadikan bumi datar terhampar sehingga mudah bagi manusia untuk berjalan, duduk dan berbaring di atasnya. Setelah pada ayat lalu Musa menjelaskan kuasa dan pengetahuan Allah serta penciptaan-Nya, kini Nabi Musa mengingatkan manusia berbagai kenikmatannya, seperti mengatakan bumi datar, sebagai saksi dan bukti kehadiran Allah agar manusia mau beriman kepada-Nya.

Kata mahdan disebutkan dua kali dalam Al-Qur’an yaitu pada ayat ini dan az-Zukhruf/43: 10.

3.Ulin-Nuhā أُولِى النُّهَى (Ṭāhā/20:54)

النّه ى أولى (ulin-nuhā) artinya orang yang berakal. An-Nuha jamak dari النهية (an-nuhyah) yang berarti akal, dari akar kata yang sama muncul kata نهى (nahā) artinya melarang, أنهى mengakhiri, نهاية selesai. Akal disebut al-nuhyah karena akallah yang melarang dan menghalangi manusia dari berbagai perbuatan yang bisa merusak dan mencelakakan mereka. Kata ini disebutkan dua kali dalam Al-Qur’an, pada ayat ini dan pada Ṭāha/20: 128.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto