Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 58 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 58 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 315 •  Quarter Hizb 32.25 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

فَلَنَأْتِيَنَّكَ بِسِحْرٍ مِّثْلِهٖ فَاجْعَلْ بَيْنَنَا وَبَيْنَكَ مَوْعِدًا لَّا نُخْلِفُهٗ نَحْنُ وَلَآ اَنْتَ مَكَانًا سُوًى

Fa lana'tiyannaka bisiḥrim miṡlihī faj‘al bainanā wa bainaka mau‘idal lā nukhlifuhū naḥnu wa lā anta makānan suwā(n).

Kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu. Buatlah suatu perjanjian antara kami dan engkau untuk (mengadakan) pertemuan yang tidak akan kami dan engkau langgar di suatu tempat pertengahan (antara kedua pihak).”

Makna Surat Taha Ayat 58
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Bila itu tujuanmu, maka kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu. Kami akan mengumpulkan para penyihir andal untuk mengalahkanmu. Maka, wahai Musa, buatlah suatu perjanjian untuk pertemuan antara kami dan engkau. Tentukanlah waktu dan tempat pertemuan itu. Mari kita buat kesepakatan yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak pula engkau. Adakanlah pertemuan itu di suatu tempat yang terbuka sehingga tidak menyulitkan salah satu pihak dari kita atau orang-orang yang ingin menonton.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Fir‘aun berjanji dengan sungguhsungguh akan mendatangkan ahli sihir untuk menandingi sihir Musa. Fir‘aun meminta kepada Musa supaya ia menentukan tempat dan waktu untuk berhadapan dengan ahli-ahli sihirnya, serta berjanji supaya dia maupun Musa tidak akan menyalahi ketentuan yang telah disepakati itu. Ini dilakukan Fir‘aun untuk menunjukkan bahwa dia betul-betul mempunyai hati yang keras dan persiapan yang mantap untuk bertanding menghadapi sihir Musa, dengan keyakinan bahwa ia akan menang dalam pertandingan nanti. Juga Fir‘aun menganjurkan supaya Musa memilih tempat yang luas, tidak berbukit-bukit supaya penonton dapat menyaksikan dan melihat pertandingan itu dengan jelas, tidak terhalang oleh suatu apapun.

Isi Kandungan Kosakata

Yaum az-Zīnah يَوْمُ الزِّيْنَةِ (Ṭāhā/20: 59)

Secara etimologis, yaum az-zinah berarti hari untuk berhias. Sedang yaum az-zinah dalam konteks ayat di atas adalah hari raya ketika Nabi Musa dengan Raja Mesir Fir‘aun bertemu. Pada hari itu, pengikut-pengikut Fir‘aun yang tukang sihir memamerkan keahliannya bersihir. Semua dikalahkan oleh mukjizat Nabi Musa. Tongkat Nabi Musa berubah menjadi ular besar. Pada hari itu juga, banyak tukang sihir Fir‘aun yang mengakui kebenaran Nabi Musa dan berduyun-duyun mengikutinya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto