Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 55 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 55 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 315 •  Quarter Hizb 32.25 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

۞ مِنْهَا خَلَقْنٰكُمْ وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً اُخْرٰى

Minhā khalaqnākum wa fīhā nu‘īdukum wa minhā nukhrijukum tāratan ukhrā.

Darinya (tanah) itulah Kami menciptakanmu, kepadanyalah Kami akan mengembalikanmu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkanmu pada waktu yang lain.

Makna Surat Taha Ayat 55
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kami hamparkan tanah untuk kamu. Sesungguhnya darinya Kami menciptakan kamu, wahai Fir’aun dan seluruh manusia, dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu setelah mati, dan dari sanalah pula Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain, yaitu pada hari kebangkitan”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Selain dari guna dan manfaat bumi dan yang telah disebutkan di atas, pada ayat ini Allah menerangkan guna dan manfaatnya yang lain, yaitu bahwa dari bumi setiap manusia itu dijadikan Allah, sejak Nabi Adam yaitu manusia pertama di dunia ini. Juga kepada tanah, manusia akan dikembalikan sesudah mati, dan menjadi tanah kembali seperti sebelum diciptakan. Dari itu pula manusia akan dibangkitkan kembali sesudah ia mati dan disusun kembali anggota tubuhnya yang telah hancur bercampur dengan tanah, sebagai bentuknya yang semula yang kemudian dikembalikan ruhnya. Sejalan dengan ayat ini, firman Allah:

قَالَ فِيْهَا تَحْيَوْنَ وَفِيْهَا تَمُوْتُوْنَ وَمِنْهَا تُخْرَجُوْنَ ࣖ ٢٥

(Allah) berfirman, “Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dibangkitkan.” (al-A‘rāf/7: 25)

Di dalam hadis diterangkan sebagai berikut:

اِنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَضَرَجَنَازَة ً فَلَمَّا دُفِنَ الْمَيِّتُ اَخَذَ قَبْضَةً مِنَ التُّرَابِ فَأَلْقَاهَا فِى الْقَبْرِ وَقَالَ مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ اَخَذَ اُخْرَى وَقَالَ فِيْهَا نُعِيْدُكُمْ ثُمَّ اَخَذَ اُخْرَى وَقَالَ مِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً اُخْرَى. (رواه احمد والحاكم عن ابي امامة)

“Sesungguhnya Rasulullah saw menghadiri suatu jenazah. Setelah mayat itu dikubur, beliau mengambil segenggam tanah lalu dilemparkannya ke kubur itu sambil mengucapkan “minhā khalaqnākum” (daripadanya Kami jadikan kamu), kemudian mengambil lagi yang lain dan mengucapkan “fīhā nu’ìdukum” (padanyalah Kami kembalikan kamu), kemudian mengambil pula yang lain untuk ketiga kalinya dan mengucapkan “minhā nukhrijukum tāratan ukhrā” (dan daripadanya Kami keluarkan kamu pada kali yang lain). (Riwayat Aḥmad dan al-Ḥākim dari Abu Umāmah)

Di dalam satu hadis yang lain diterangkan bahwa setelah jenazah Ummu Kulsum binti Rasulullah saw diletakkan ke kuburnya, Rasulullah saw mengucapkan:

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً اُخْرَى بِاسْمِ اللّٰهِ وَفِى سَبِيْلِ اللّٰهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللّٰهِ. (رواه احمد والحاكم عن ابي امامة)

“Daripadanya (tanah) Kami jadikan kamu, dan kepadanya Kami kembalikan kamu, serta daripadanya Kami keluarkan kamu sekali lagi dengan nama Allah, dan di jalan Allah serta atas agama Rasulullah.” (Riwayat Aḥmad dan al-Ḥākim dari Abu Umāmah)

Isi Kandungan Kosakata

1. al-Qurūn al-ūlā اَلْقُرُوْنِ اْلأُوْلَى (Ṭāhā/20:51)

الأول ى القرون, القرون jamak dari القرن dari akar kata ق ر ن , artinya mengumpulkan antara dua hal. Dari sini muncul kata القرن (al-qarnu) berarti satu masa atau abad dalam tahun syamsiah (100 tahun), dan kata lainnya القرن (al-qaranu) artinya tanduk.

Al-Qarn pada ayat ini artinya sekumpulan orang yang hidup dan berkumpul pada satu masa (Yūnus/10: 13). Sedangkan الأولى القرون artinya generasi-generasi terdahulu. Maksudnya generasi-generasi sebelum Fir‘aun yang juga menganut kepercayaan seperti yang dianut oleh Fir‘aun.

Pertanyaan tentang nasib generasi terdahulu diajukan Fir‘aun kepada Musa sesudah Musa menjelaskan hakekat tuhan seluruh manusia, seakan-akan Fira’un meremehkan risalah Nabi Musa dan Harun dengan menanyakan nasib orang-orang terdahulu, apakah mereka akan disiksa, dan mampukah keduanya memalingkan kepercayaan pengikut Fir‘aun dari kepercayaan leluhurnya.

2. Mahdan مَهْدًا (Ṭāhā/20: 53)

مهدا (mahdan) artinya terhampar. Allah jadikan bumi datar terhampar sehingga mudah bagi manusia untuk berjalan, duduk dan berbaring di atasnya. Setelah pada ayat lalu Musa menjelaskan kuasa dan pengetahuan Allah serta penciptaan-Nya, kini Nabi Musa mengingatkan manusia berbagai kenikmatannya, seperti mengatakan bumi datar, sebagai saksi dan bukti kehadiran Allah agar manusia mau beriman kepada-Nya.

Kata mahdan disebutkan dua kali dalam Al-Qur’an yaitu pada ayat ini dan az-Zukhruf/43: 10.

3.Ulin-Nuhā أُولِى النُّهَى (Ṭāhā/20:54)

النّه ى أولى (ulin-nuhā) artinya orang yang berakal. An-Nuha jamak dari النهية (an-nuhyah) yang berarti akal, dari akar kata yang sama muncul kata نهى (nahā) artinya melarang, أنهى mengakhiri, نهاية selesai. Akal disebut al-nuhyah karena akallah yang melarang dan menghalangi manusia dari berbagai perbuatan yang bisa merusak dan mencelakakan mereka. Kata ini disebutkan dua kali dalam Al-Qur’an, pada ayat ini dan pada Ṭāha/20: 128.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto