وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا وَّصَرَّفْنَا فِيْهِ مِنَ الْوَعِيْدِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ اَوْ يُحْدِثُ لَهُمْ ذِكْرًا
Wa każālika anzalnāhu qur'ānan ‘arabiyyaw wa ṣarrafnā fīhi minal-wa‘īdi la‘allahum yattaqūna au yuḥdiṡu lahum żikrā(n).
Demikianlah, Kami menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab dan Kami telah menjelaskan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman agar mereka bertakwa atau agar (Al-Qur’an) itu memberi pengajaran bagi mereka.
Al-Qur’an mengandung ancaman bagi orang kafir dan tuntunan bagi semua manusia. Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab sebagai pengingat, dan Kami telah menerangkan pula dengan berulang kali di dalamnya sebagian dari ancaman yang telah disebutkan. Yang demikian ini dimaksudkan agar mereka bertakwa atau agar Al-Qur’an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka yang membaca dan melaksanakan petunjuknya.
Ayat ini menerangkan bahwa Allah menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab agar mudah dipahami oleh orang-orang musyrik Mekah dan agar mereka tertarik untuk memperhatikan isinya dan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian mereka diharapkan akan kembali kepada kebenaran dan meninggalkan kepercayaan-kepercayaan yang menyesatkan seperti menyembah kepercayaan-kepercayaan yang menyesatkan seperti menyembah berhala dan dapat hidup dengan tenteram dan bahagia dengan menjalankan peraturan-peraturan yang terkandung di dalamnya karena semua perintah dan larangan di dalamnya adalah semata-mata untuk kebaikan dan kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat.
Di dalam Al-Qur’an diutarakan pula beberapa peringatan dan ancaman kepada orang-orang yang durhaka yang tidak mau memperhatikan seruan nabi-nabi dan rasul-rasul bahkan tetap menolaknya, karena bertentangan dengan keinginan hawa nafsu mereka, seperti kisah umat-umat yang terdahulu yang telah dibinasakan karena kedurhakaan mereka dan keterangan mengenai nasib orang-orang kafir dan berdosa di akhirat nanti. Untuk mengembalikan orang-orang Arab yang demikian keras hatinya dan mendalam syirik dan akidahnya kepada kebenaran tidak cukup hanya dengan dakwah dan penerangan saja, tetapi dakwah dan penerangan itu harus pula disertai dengan peringatan dan ancaman. Hal ini bukan saja berlaku pada kaum musyrik Mekah tetapi berlaku pula untuk semua manusia.
Bila dakwah dan penjelasan tidak juga bermanfaat maka tibalah waktunya untuk memberikan peringatan dengan menerangkan fakta-fakta sejarah dan contoh-contoh umat yang terdahulu, malapetaka dan musibah yang terjadi dalam masyarakat disebabkan kerusakan akhlak dan kehancuran norma-norma keadilan dan kebenaran. Dengan demikian dapat diharapkan manusia akan menjadi sadar dan insaf, menjadi orang yang bertakwa kepada Allah mengakui kebesaran dan kekuasaan-Nya, tunduk kepada peraturan-peraturan yang dibuat-Nya untuk kepentingan umat manusia.
1. ṣarrafnā صَرَّفْنَا (Ṭāhā/20:113)
Kata dasar kata itu adalah ṣarrafa yang secara harfiyah berarti “menukar-nukarkan sesuatu dari suatu keadaan menjadi keadaan lain.” Taṣrif ar-riyah artinya “menghembuskan angin”, yaitu membuat angin datang silih berganti (al-Baqarah/2:164). Nuṣarrif al-āyāt artinya “Kami mencurahkan ayat-ayat”, yaitu menurunkan ayat-ayat silih berganti (al-An‘ām/6:46). Di dalam ayat 113 Surah Ṭāhā/20 ini Allah menyatakan bahwa Ia memberikan peringatan kepada kaum yang kafir supaya mereka kembali. Peringatan-peringatan itu adalah apa yang terdapat dalam Al-Qur’an. Harapan Allah dengan peringatan-peringatan yang silih berganti itu adalah agar mereka takwa atau beriman dengan sungguh-sungguh.
2. Al-Wa’īd اَلْوَعِيْدِ (Ṭāhā/20:113)
Al-Wa’ d terambil dari kata al-wa’d yang mengandung dua arti yang berlawanan, “janji baik” atau “janji buruk” Yang berarti janji baik misalnya, “Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman… (al-Mā’idah/5:59). Dan yang berarti janji buruk misalnya, “Mereka meminta kepadamu agar disegerakan azab mereka, katakan kepada mereka ‘Allah tidak memungkiri janji-Nya” (al-Ḥajj/22:47). al-Wa’īd khusus maksudnya untuk janji buruk atau peringatan, dan peringatan itu ditujukan kepada orang kafir. Dalam Ṭāhā/20:113 Allah menegaskan bahwa Ia telah mencurahkan berbagai macam peringatan, supaya orang-orang yang kafir itu takwa dan beriman dengan sebenar-benarnya.





















