Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 7 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 7 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 312 •  Quarter Hizb 32 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَاِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَاِنَّهٗ يَعْلَمُ السِّرَّ وَاَخْفٰى

Wa in tajhar bil-qauli fa innahū ya‘lamus-sirra wa akhfā.

Jika engkau mengeraskan ucapanmu, sesungguhnya Dia mengetahui (ucapan yang) rahasia dan yang lebih tersembunyi (darinya).

Makna Surat Taha Ayat 7
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dia mengetahui apa saja yang terjadi di alam semesta. Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu saat menyampaikan sesuatu, sungguh Dia mengetahui apa yang engkau ucapkan. Dia juga mengetahui apa saja yang rahasia atau yang sengaja kausembunyikan dalam hatimu, dan apa saja yang lebih tersembunyi, yang tidak kausadari dan tidak kauketahui lagi setelah lama mengendap di dasar hatimu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa di waktu mengucapkan doa atau zikir, tidak perlu dengan suara keras. Bagi Allah sama saja baik itu dengan suara keras atau tidak. Allah mengetahui apa-apa yang dirahasiakan begitu juga yang lebih tersembunyi dari rahasia itu, seperti bisikan hati, atau sesuatu yang melintas di dalam pikiran. Doa dan zikir itu diucapkan dengan lidah hanya untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam hati kita. Allah berfirman:

وَاَسِرّ ُوْا قَوْلَكُمْ اَوِ اجْهَرُوْا بِهٖۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ ١٣

Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (al-Mulk/67: 13)

Sejalan dengan ayat ini, firman Allah:

وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ ٢٠٥

Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah. (al- A‘rāf/7: 205)

Isi Kandungan Kosakata

Ṭāhā طه (Ṭāhā/20: 1)

Ṭāhā, para mufasir sepakat, bahwa kata ini terdiri atas dua huruf singkatan Ṭā dan Hā seperti huruf-huruf singkatan (al-muqattaat) yang lain, Yā-Sīn, Alif Lām Mīm, Ḥā Mīm dan lain-lain seperti yang terdapat dalam beberapa surah. Ṭā merupakan huruf yang ke-16 dan hā’ huruf yang ke-26 hija’iyah (alfabet). Para mufasir menguraikan asal dan arti kata ini panjang lebar dari berbagai sumber. Umumnya mereka mengutip beberapa pendapat, antara lain dari sahabat-sahabat Nabi dan para tabiin (tabi’in), bahwa huruf-huruf ini bukan sekadar singkatan, tetapi juga mengandung arti “Hai laki-laki” (ya rajul) yang ditujukan kepada Nabi. Kosakata ini dari bahasa Nabatea, Suryani (Aram) atau Abisinia yang semua itu masih serumpun dan salah satu cabang bahasa Arab; ada juga yang mengatakan itu bahasa ‘Akk, salah satu dialek di Yaman, yang juga sama dengan dialek Quraisy.

2. Aṡ-Ṡarā اَلثَّرَى (Ṭāhā/20: 6)

الثّرى (aṡ-ṡarā) artinya adalah tanah, baik tanah secara mutlak maupun yang dimaksud adalah tanah yang basah. Sedangkan yang dimaksud dengan kata الثّرى تحت (taḥtaṡ-ṡarā) adalah apa-apa yang ada di perut bumi seperti minyak, alumunium, fosfor, batu-batu mulia, biji besi, dan lain-lain. Ayat ini menegaskan bahwa semua yang ada di langit, di bumi dan di antara keduanya bahkan di perut bumi adalah milik Allah. Kata ṡarā hanya disebutkan satu kali dalam Al-Qur’an yaitu pada ayat ini.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto