۞ اَلَمْ اَعْهَدْ اِلَيْكُمْ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ اَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطٰنَۚ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Alam a‘had ilaikum yā banī ādama allā ta‘budusy-syaiṭān(a), innahū lakum ‘aduwwum mubīn(un).
Bukankah Aku telah berpesan kepadamu dengan sungguh-sungguh, wahai anak cucu Adam, bahwa janganlah kamu menyembah setan? Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu.
Dikatakan juga kepada orang kafir itu, “Bukankah Aku dahulu telah memerintahkan kepadamu, wahai anak cucu Adam, agar kamu sekali-kali tidak menyembah setan? Aku bahkan telah mengutus para rasul untuk menyampaikan risalah kepadamu. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu karena sejak dahulu telah menyesatkan manusia.
Pada ayat ini diterangkan bahwa orang-orang kafir yang digiring masuk neraka itu dihardik dan diingatkan Allah kepada perbuatan-perbuatan dosa yang pernah mereka kerjakan di dunia. Allah berfirman, “Bukankah dahulu pernah Aku wasiatkan kepadamu agar jangan sekali-kali menyembah setan. Di samping itu, telah Aku kemukakan kepadamu bukti-bukti yang kuat menurut akal pikiran, dan Aku utus rasul kepadamu dengan membawa kitab yang berisi petunjuk ke jalan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebenarnya dengan hidayat dan pengutusan rasul itu telah cukup sebagai alasan bagimu untuk tidak mengikuti godaan setan. Tetapi semuanya itu tidak kamu hiraukan, sehingga jadilah nasibmu seperti keadaan sekarang ini.”
Allah menerangkan alasan-Nya melarang manusia mengikuti setan, yaitu karena setan itu merupakan musuh yang nyata bagi manusia. Permusuhan manusia dengan setan telah berlangsung sejak dahulu, yaitu sejak setan menyesatkan Adam dan Hawa, sehingga mereka dikeluarkan Allah dari surga. Sejak itu setan selalu berusaha dan berdaya upaya menyesatkan manusia.
Jibillan Kaṡīran جِبِلًّا كَثِيْرًا (Yāsīn/36: 62)
Jibillan kaṡīran artinya bagian terbesar kelompok manusia. Dalam bahasa Arab ada empat kata yang hampir sama yang berarti kelompok atau kumpulan orang yang sangat banyak, yaitu jibillah-jublatu-jubulla-jib illa. Pada ayat 62 ini, Allah mengingatkan kita bahwa sungguh setan itu telah menyesatkan bagian terbesar kelompok manusia, maka apakah kamu tidak berfikir dan menggunakan akalmu? Iblis dan juga keturunannya yaitu setan-setan memang telah bersumpah akan berbuat sekuat tenaga untuk menggoda dan mempengaruhi manusia supaya sesat dari jalan yang benar (al-A‘rāf/7: 15). Dengan berbagai cara dan jalan manusia akan selalu digoda dan diiming-imingi supaya tertarik dan memandang indah berbagai perbuatan maksiat, yang akhirnya mereka semua dapat disesatkan oleh ajakan dan rayuan iblis dan setan. Pada kenyataannya memang sebagian besar manusia dapat terpengaruh dan tergoda oleh setan sampai akhirnya mereka mau mengikuti jalan sesat yang telah dihiasi dengan berbagai keindahan oleh setan. Yang tidak tergoda dan tidak terpengaruh hanyalah hamba-hamba Allah yang beriman dan beribadah dengan ikhlas (al-Ḥijr/15: 39-40).

