Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 70 - Surat Yāsīn (Yasin)
يٰسۤ
Ayat 70 / 83 •  Surat 36 / 114 •  Halaman 444 •  Quarter Hizb 45.25 •  Juz 23 •  Manzil 5 • Makkiyah

لِّيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ

Liyunżira man kāna ḥayyaw wa yaḥiqqal-qaulu ‘alal-kāfirīn(a).

agar dia (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir itu menjadi pasti.

Makna Surat Yasin Ayat 70
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kami wahyukan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad agar dia memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup hatinya sehingga bisa mengambil pelajaran darinya dan agar dia memberi peringatan serta bukti yang pasti akan ketetapan dan azab terhadap orang-orang kafir yang mengingkari wahyu itu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa fungsi Al-Qur’an antara lain untuk memberikan peringatan kepada umat manusia. Di samping itu, ia juga menerangkan kepastian adanya ketetapan azab bagi orang-orang kafir.

Orang-orang yang hati, pikiran, dan semangatnya tetap hidup pasti mengambil Al-Qur’an sebagai pedoman yang utama, karena Al-Qur’an membawa ajaran yang melenyapkan kebodohan dan kebekuan, menyembuhkan penyakit-penyakit mental yang merusak hidup manusia, baik lahir maupun batin serta menjadi rahmat bagi orang-orang yang bertakwa.

Sebaliknya orang-orang yang hati, pikiran, dan semangatnya sudah mati dan membeku, tidak mau mengambil pelajaran dan bimbingan dari Al-Qur’an karena godaan setan sudah membelenggu sedemikian rupa.

Sebetulnya, di dalam hati para pemuka kaum kafir dan musyrik itu telah mengakui kebenaran dan kemukjizatan Al-Qur’an. Akan tetapi, mereka tidak berani mengemukakan pengakuan itu, karena takut akan kehilangan pengaruh di lingkungan kaumnya yang menyebabkan turunnya kewibawaan, dan kehilangan sumber penghasilan.

Isi Kandungan Kosakata

Asy-Syi‘r الشِّعْرُ (Yāsīn/36: 69)

Asy-Syi‘r artinya juga syiir, tetapi dalam bahasa Indonesia sering disebut syair yaitu sastra dalam bentuk puisi dengan jumlah suku kata yang teratur dan pada setiap barisnya memiliki persamaan bunyi atau bersajak. Pada ayat 69 ini, Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an bukanlah kumpulan syair sebagaimana orang-orang kafir Mekah menduga, dan tidak layak Allah mengajarkan syair kepada Nabi Muhammad saw. Memang ada banyak ayat yang bersajak atau berakhiran bunyi yang sama terutama pada surah-surah Makkiyyah, seperti Surah an-Nās, al-Falaq, al-Ikhlāṣ, al-Lahab, dan lain-lain. Tetapi Al-Qur’an bukan sekedar buku sastra melainkan kitab petunjuk dan pelajaran. Syair biasanya berisi khayalan, lamunan, ataupun impian seseorang, sedangkan Al-Qur’an menerangkan berbagai fakta dan peristiwa yang telah terjadi, yang sedang terjadi, maupun yang akan terjadi secara benar dan tepat, jadi jauh dari khayalan, lamunan, ataupun impian. Maka tidak pantas jika Allah mengajarkan kepada Nabi-Nya hal-hal yang bersifat khayalan dan lamunan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto