Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 36 - Surat ‘Abasa (Berwajah Masam)
عبس
Ayat 36 / 42 •  Surat 80 / 114 •  Halaman 585 •  Quarter Hizb 59.25 •  Juz 30 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِۗ

Wa ṣāḥibatihī wa banīh(i).

serta (dari) istri dan anak-anaknya.

Makna Surat ‘Abasa Ayat 36
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

dan dari istri dan anak-anaknya yang selalu bersamanya,

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat-ayat ini diterangkan bahwa pada hari Kiamat, manusia lari dari saudara, ibu, dan bapaknya, bahkan dari istri dan anak-anaknya. Hal itu disebabkan seluruh pikiran hanya tertuju pada penyelamatan diri dari bencana yang sangat menakutkan, sehingga lupa pada orang tua, saudara, istri, dan anak-anak. Firman Allah:

يٰٓاَيُّهَ ا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَالِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖۖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَّالِدِهٖ شَيْـًٔاۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ ٣٣

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu dalam (menaati) Allah. (Luqmān/31: 33).

Isi Kandungan Kosakata

1. Aṣ-Ṣākhkhah الصَّاخَّةُ (‘Abasa/80: 33)

Kata aṣ-ṣākhkhah secara kebahasaan artinya bunyi menggelegar yang keras sekali. Berasal dari fi‘il ṣakhkha-yaṣukhkhu-ṣakh khan artinya bunyi benturan besi dengan besi yang keras sekali. Kata aṣ-ṣākhkhah juga berarti bencana atau malapetaka yang sangat besar, juga berarti hari Kiamat. Pada ayat 33 digambarkan tentang kedahsyatan hari Kiamat, yaitu ketika suara yang memekakkan telinga terdengar, sebagai tanda datangnya hari Kiamat, semua orang pada berlarian ke sana kemari. Semua orang pada hari itu seperti mempunyai urusan yang sangat penting dan harus selesai pada hari itu juga. Berbagai urusan yang menyibukkan semua orang itu, ada sebagian orang yang senang, tetapi banyak pula yang kelihatan sedih dan penuh ketakutan. Demikianlah peristiwa hari Kiamat yang sangat dahsyat, sungguh sangat luar biasa sehingga dalam Surah Luqmān/31: 33 dikatakan pada saat itu, ayah tidak dapat menolong anaknya, juga anak tidak ada yang dapat menolong orang tuanya, semuanya harus dapat mengatasi dirinya sendiri.

2. Qatarah قَتَرَةٌ (‘Abasa/80: 41)

Kata qatarah artinya kegelapan, kehinaan, dan kesusahan. Berasal dari fi‘il qatara-yaqtiru-qatran wa qutūran artinya kikir. Kata al-qatarah juga berarti al-gabarah yang berarti debu. Ayat 42 yang berbunyi tarhaquhā qatarah artinya wajah-wajah itu dibohongi atau ditutup debu, dalam kegelapan atau kehinaan. Maksudnya orang-orang kafir ketika di dunia tertipu oleh kemewahan dunia, hanya mengejar debu di atas bumi, maka di akhirat nanti wajah-wajah mereka juga penuh debu, serba tertutup oleh kegelapan dan kehinaan, serta menderita berbagai kesedihan dan kesusahan. Itulah keadaan orang-orang kafir yang banyak berbuat durhaka dan selalu menolak dan mengingkari kebenaran dan petunjuk agama. Hal ini dikemukakan ayat-ayat Al-Qur’an untuk menjadi pelajaran bagi kita semua, supaya kita tidak tertipu oleh kemewahan dunia, tetapi memperhatikan petunjuk agama, beriman, dan melaksanakan amal saleh.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto