Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 20 - Surat ‘Abasa (Berwajah Masam)
عبس
Ayat 20 / 42 •  Surat 80 / 114 •  Halaman 585 •  Quarter Hizb 59.25 •  Juz 30 •  Manzil 7 • Makkiyah

ثُمَّ السَّبِيْلَ يَسَّرَهٗۙ

Ṡummas-sabīla yassarah(ū).

Kemudian, jalannya Dia mudahkan.746)

Makna Surat ‘Abasa Ayat 20
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah mewujudkan manusia dalam bentuk yang sempurna, dengan kasih sayang-Nya kemudian jalannya Dia mudahkan dengan cara mengeluarkannya dari perut ibunya. Dia juga memberinya kemudahan untuk membedakan kebaikan dan keburukan agar dia memilih jalan hidupnya sendiri.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Dia telah memudahkan jalan manusia pada bagian pertengahan yaitu memberi kesempatan kepadanya untuk menempuh jalan yang benar atau jalan yang sesat. Sebenarnya manusia tidak pantas menyombongkan diri, apabila ia mengerti asal kejadiannya, sebagaimana firman Allah:

الَّذِيْٓ اَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهٗ وَبَدَاَ خَلْقَ الْاِنْسَانِ مِنْ طِيْنٍ ٧ ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهٗ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍ ۚ ٨

Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani). (as-Sajdah/32: 7-8)

Isi Kandungan Kosakata

Safarah سَفَرَةٍ (‘Abasa/80: 15)

Safarah adalah bentuk jamak dari sāfir yaitu isim fā’il atau orang yang melakukan pekerjaan tersebut, berasal dari fi‘il safara-yasfuru-sufūran wa safran artinya bepergian, menyapu, menulis. Ayat 15 surah ini yang berbunyi: bi aidī safarah (pada tangan-tangan para penulis, atau di tangan-tangan para utusan yaitu malaikat). Rangkaian ayat-ayat ini sedang menggambarkan tentang Al-Qur’an yang berfungsi sebagai hidayah atau petunjuk dan pelajaran dari Allah bagi semua manusia. Al-Qur’an sebagai salah satu dari kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para nabi, sangat mulia dan tinggi ajaran dan ilmunya, suci dari segala macam bentuk kesalahan dan pengaruh buruk dari setan, diturunkan dengan perantaraan para penulis atau utusan yaitu malaikat. Sebelum diturunkan kepada Nabi Muhammad, Al-Qur’an tersimpan pada Lauḥ Maḥfūẓ artinya pada lembaran yang terjaga. Para malaikat adalah makhluk yang mulia dan senantiasa tunduk dan patuh kepada Allah, tidak pernah membangkang terhadap perintah-Nya, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan, demikian disebutkan dalam Surah at-Taḥrīm/66: 6).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto