Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 54 - Surat Ad-Dukhān (Kabut Asap)
الدّخان
Ayat 54 / 59 •  Surat 44 / 114 •  Halaman 498 •  Quarter Hizb 50.5 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

كَذٰلِكَۗ وَزَوَّجْنٰهُمْ بِحُوْرٍ عِيْنٍۗ

Każālik(a), wa zawwajnāhum biḥūrin ‘īn(in).

Demikianlah (keadaan penghuni surga) dan Kami menjadikan mereka berpasangan dengan bidadari yang bermata elok.

Makna Surat Ad-Dukhan Ayat 54
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Demikianlah kenikmatan dan kedamaian yang dapat di rasakan oleh orang-orang yang bertakwa di dalam surga. Kemudian, di samping itu, Kami tambahkan lagi sesuatu yang dapat membahagiakan mereka dengan menjadikan mereka berpasangan dengan bidadari, sosok yang bermata indah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Sebagai perbandingan antara pahala yang diperoleh orang-orang yang beriman dengan azab yang diterima oleh orang-orang kafir, maka dalam ayat-ayat berikut digambarkan kenikmatan dan kebahagiaan yang diperoleh oleh orang-orang yang beriman. Kenikmatan dan kebahagiaan yang mereka peroleh antara lain ialah:

1. Mereka mendapat tempat kembali yang baik di sisi Tuhan mereka. Di tempat itu mereka aman dari segala macam gangguan baik berupa gangguan keamanan diri mereka maupun dari gangguan keamanan jiwa mereka. Mereka berada dalam perlindungan Allah, tidak ada sesuatu pun yang dapat menggoyahkan perlindungan Allah. Tidak ada kata-kata yang menyakitkan hati, tidak ada sikap orang lain yang dapat mengguncangkan perasaan, semuanya enak didengar, indah dilihat, menyejukkan hati dan menentramkan perasaan, tempatnya yang indah, udaranya yang nyaman, mata air yang jernih memancarkan air yang mengasyikkan orang yang tinggal di dalamnya.

2. Di dalam surga itu, orang-orang yang beriman diberi pakaian yang terbuat dari sutera, baik sutera yang halus lagi lembut, memuaskan hati orang yang memakainya, maupun sutera tebal yang beraneka warna dan menghangatkan badan.

3. Mereka duduk berbincang-bincang, berhadap-hadapan di tempat-tempat duduk yang menyenangkan. Dari wajah-wajah mereka, yang terpancar hanyalah rasa kebahagiaan yang tiada taranya dan rasa kepuasan terhadap pahala yang diberikan Allah kepada mereka.

4. Mereka dianugerahi teman hidup yang mendampingi mereka, berupa jodoh atau pasangan yang serasi dan sesuai dengan keinginan mereka. Jodoh mereka itu tidak ada cacat celanya dan belum pernah hatinya tertambat kepada orang lain.

5. Mereka disuguhi buah-buahan yang beraneka ragam macamnya dan makanan yang enak, tidak habis-habisnya dan tidak pernah membosankan.

Demikian kesenangan dan kebahagiaan yang akan diperoleh ahli surga nanti. Sebenarnya kebahagiaan dan kesenangan itu tidak dapat dibayangkan manusia karena tidak ada bandingannya dalam kehidupan ini.

Isi Kandungan Kosakata

1. Syajarataz-Zaqqūm شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِ (ad-Dukhān/44: 43)

Syajarataz-zaqqūm artinya ‘pohon Zaqqum’. Terdiri atas dua kata: syajarah dan az-zaqqūm. Syajarah artinya ‘pohon’ yang berdahan. Kata kerjanya syajara artinya ‘bertengkar’, karena dalam bertengkar keluar kata-kata yang bercabang-cabang seperti pohon. Contohnya dalam Surah an-Nisā’/4: 65. Az-Zaqqūm adalah nama pohon yang buahnya merupakan makanan yang sangat menyiksa di dalam neraka. Terambil dari kata kerja zaqama yaitu ‘menelan makanan yang sangat tidak menyenangkan.’

2. Ṭa‘ āmul-‘Aṡīm طَعَامُ الاثِيْمِ (ad-Dukhān/44: 44)

Ṭa‘āmul-‘aṡīm artinya “makanan orang yang bergelimang dosa.” Terdiri atas dua kata Ṭa‘ām dan al-‘aṡīm. Ṭa‘ām artinya ‘makanan’, kata kerjanya: Ṭa‘ima artinya ‘memakan’. Al-'aṡīm adalah ‘orang yang bergelimang berdosa.’ Aṡīma adalah ‘orang yang berdosa’, tetapi dosanya tidak sebanyak dosa al-'aṡīm.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto