اِلَّا مَنْ رَّحِمَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
Illā mar raḥimallāh(u), innahū huwal-‘azīzur-raḥīm(u).
kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah, yaitu syafaat dan perlindungan-Nya yang dapat meringankannya dari siksa. Sungguh, Dia Mahaperkasa, yang tidak dapat dihalangi kekuasaan-Nya untuk mengazab orang-orang yang berdoa, dan Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang taat.
Allah menyebutkan hamba-hamba-Nya yang tidak akan mengalami azab yang mengerikan yaitu orang-orang yang mendapat limpahan rahmat-Nya, mereka adalah orang-orang yang selalu mensyukuri nikmat-Nya, menaati semua perintah dan menghindari semua larangan-Nya. Mereka itu tidak memerlukan pembela dan penolong untuk menyelamatkan diri mereka dari siksaan Allah, karena amal salehnya telah cukup menjadi jaminan bahwa mereka adalah hamba-hamba Allah yang tidak layak mendapat siksaan neraka.
Kemudian Allah menyatakan bahwa Dia adalah Mahaperkasa terhadap segala musuh-musuh-Nya, tidak ada sesuatu pun yang dapat melawan-Nya. Dia juga Maha Penyayang terhadap penegak agama-Nya dan para hamba-Nya yang selalu tunduk serta patuh kepada-Nya.
Yaumal-Faṣli يَوْمَ الْفَصْلِ (ad-Dukhān/44: 40)
Kata al-faṣl terambil dari akar kata faṣala yang secara bahasa berarti memisahkan atau celah antara dua benda. Al-mafṣil berarti setiap sendi yang mempertemukan dua tulang atau lembah antara dua gunung. Al-faṣl juga diartikan dengan keputusan antara yang hak dan batil, dinamakan demikian karena ketetapan itulah yang memisahkan antara yang hak dan batil. Allah menamakan hari Kiamat dengan yaumul-faṣl karena pada saat itu Allah memisahkan antara orang-orang yang berbuat baik dengan orang-orang tidak baik dan memberikan balasan sesuai dengan amalannya. Kalimat ini lebih cenderung digunakan pada kebenaran seperti perkataan Arab qaul faṣl artinya perkataan yang benar. Perkataan Nabi Muhammad disifati dengan faṣl lā nazr wa lā hażr artinya perkataan beliau jelas dan pasti antara yang benar dan salah. Kata faṣl mengindikasikan adanya sebuah ketegasan dan ketepatan dalam membedakan dua perkara. Al-fiṣāl diartikan penyapihan bayi dari susuan ibunya. Faṣīl adalah anak onta yang disapih. Faṣīlah berarti golongan, rumpun, keluarga, kelompok atau faksi yang memisahkannya dari yang lain.
Pada ayat ini Allah menjelaskan salah satu nama dari hari Kiamat yang akan terjadi yaitu yaumul-faṣl. Dinamakan demikian karena hari itu adalah hari keputusan yang tidak ada tawar menawar didalamnya. Ada beberapa nama lain untuk hari Kiamat diantaranya yaum ad-dīn, yaumul-ḥisāb, yaum al-jazā', dan lain-lain. Kesemua nama ini menandakan bahwa hari Kiamat merupakan sebuah peristiwa yang maha dahsyat.


































