Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 41 - Surat Ad-Dukhān (Kabut Asap)
الدّخان
Ayat 41 / 59 •  Surat 44 / 114 •  Halaman 498 •  Quarter Hizb 50.5 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

يَوْمَ لَا يُغْنِيْ مَوْلًى عَنْ مَّوْلًى شَيْـًٔا وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَۙ

Yauma lā yugnī maulan ‘am maulan syai'aw wa lā hum yunṣarūn(a).

(yaitu) hari (ketika) seorang teman setia sama sekali tidak dapat memberi manfaat sedikit pun kepada teman lainnya dan mereka tidak akan mendapat pertolongan,

Makna Surat Ad-Dukhan Ayat 41
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

yaitu pada hari ketika seorang teman sama sekali tidak dapat memberi manfaat sedikit pun kepada teman lainnya dan mereka tidak akan dapat ditolong oleh siapa pun untuk menghindarkan diri dari azab Allah,

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada hari itu, terputuslah hubungan antara orang seorang dengan yang lain, bahkan tidak ada lagi hubungan anak dengan bapaknya, hubungan anggota keluarga dengan anggota keluarga lainnya, apalagi hubungan teman dengan teman. Yang dapat menolong dan menentukan nasib manusia hanyalah amal perbuatannya sendiri yang telah dikerjakannya selama hidup di dunia. Barang siapa yang banyak menanam amal kebaikan, tentu akan mendapat hasil yang berlimpah dari amal kebaikannya itu. Sebaliknya, barang siapa yang mengikuti keinginan hawa nafsunya, tentulah akan mendapat azab neraka. Tidak ada suatu pun yang dapat mengurangi azab mereka walaupun itu anak kandung, kerabat, atau handai taulan. Allah berfirman:

فَاِذَا نُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَلَآ اَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَىِٕذٍ وَّلَا يَتَسَاۤءَلُوْ نَ ١٠١

Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga diantara mereka pada hari itu (hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya. (al-Mu'minūn/23: 101)

Dan firman Allah:

وَلَا يَسْـَٔلُ حَمِيْمٌ حَمِيْمًاۚ ١٠ يُبَصَّرُوْنَه ُمْ

Dan tidak ada seorang teman karib pun menanyakan temannya, sedang mereka saling melihat. (al-Ma‘ārij/70: 10-11)

Pada bagian akhir ayat ini, Allah menandaskan bahwa orang kafir Mekah yang tetap hidup bergelimang dalam kemusyrikan dan kesesatan, pada hari pembalasan nanti mereka tidak dapat pertolongan dari siapa pun juga.

Isi Kandungan Kosakata

Yaumal-Faṣli يَوْمَ الْفَصْلِ (ad-Dukhān/44: 40)

Kata al-faṣl terambil dari akar kata faṣala yang secara bahasa berarti memisahkan atau celah antara dua benda. Al-mafṣil berarti setiap sendi yang mempertemukan dua tulang atau lembah antara dua gunung. Al-faṣl juga diartikan dengan keputusan antara yang hak dan batil, dinamakan demikian karena ketetapan itulah yang memisahkan antara yang hak dan batil. Allah menamakan hari Kiamat dengan yaumul-faṣl karena pada saat itu Allah memisahkan antara orang-orang yang berbuat baik dengan orang-orang tidak baik dan memberikan balasan sesuai dengan amalannya. Kalimat ini lebih cenderung digunakan pada kebenaran seperti perkataan Arab qaul faṣl artinya perkataan yang benar. Perkataan Nabi Muhammad disifati dengan faṣl lā nazr wa lā hażr artinya perkataan beliau jelas dan pasti antara yang benar dan salah. Kata faṣl mengindikasikan adanya sebuah ketegasan dan ketepatan dalam membedakan dua perkara. Al-fiṣāl diartikan penyapihan bayi dari susuan ibunya. Faṣīl adalah anak onta yang disapih. Faṣīlah berarti golongan, rumpun, keluarga, kelompok atau faksi yang memisahkannya dari yang lain.

Pada ayat ini Allah menjelaskan salah satu nama dari hari Kiamat yang akan terjadi yaitu yaumul-faṣl. Dinamakan demikian karena hari itu adalah hari keputusan yang tidak ada tawar menawar didalamnya. Ada beberapa nama lain untuk hari Kiamat diantaranya yaum ad-dīn, yaumul-ḥisāb, yaum al-jazā', dan lain-lain. Kesemua nama ini menandakan bahwa hari Kiamat merupakan sebuah peristiwa yang maha dahsyat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto