Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 21 - Surat Al-An‘ām (Binatang Ternak)
الانعام
Ayat 21 / 165 •  Surat 6 / 114 •  Halaman 130 •  Quarter Hizb 13.75 •  Juz 7 •  Manzil 2 • Makkiyah

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِاٰيٰتِهٖۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ

Wa man aẓlamu mimmaniftarā ‘alallāhi każiban au każżaba bi'āyātih(ī), innahū lā yufliḥuẓ-ẓālimūn(a).

Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.

Makna Surat Al-An‘am Ayat 21
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan siapakah yang lebih zalim, sesat, dan menyimpang dari kebenaran, daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, meyakini tuhan memiliki anak dan teman perempuan; atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya seperti yang dilakukan kaum kafir Mekah dan Madinah? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mempertuhankan seseorang atau sesuatu selain Allah, mereka tidak akan pernah beruntung dalam kehidupan di akhirat, karena mereka kekal di dalam neraka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada orang yang lebih merugi daripada orang yang berbuat dusta terhadap Allah seperti mengatakan Allah itu punya anak, punya sekutu atau menjadikan sesuatu selain Allah sebagai tumpuan doa dan pujaan, menjadikannya pelindung, pengantara dan lain sebagainya, dan menambah-nambah ajaran agama yang tidak ada dasarnya.

Demikian pula mereka sangat aniaya, mendustakan ayat-ayat Al-Qur’an memutarbalikkan isi kitab Taurat dan Injil dan menolak mukjizat Rasul yang dikatakan mereka sebagai sihir serta mendustakan ayat-ayat kauniyah yang menunjukkan keesaan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat aniaya, yakni berbuat dusta terhadap Allah ataupun mendustakan ayat-ayat-Nya, apalagi mendustakan keduanya, tidak akan memperoleh keberuntungan di hari Kiamat. Mereka akan mendapatkan azab dari Allah. Di dunia, mereka pun tidak akan menang, karena mereka dikalahkan kaum Muslimin seperti dalam Perang Badar.

Isi Kandungan Kosakata

1. Fāṭir فَاطِرْ(al-An‘ām/6 : 14)

Asal katanya (ف- ط- ر ) artinya membuka sesuatu dan melahirkannya. Ifṭar adalah makan pada pagi hari (sarapan). Afṭara aṣ-ṣā’im artinya orang itu berbuka puasa. Lalu muncul arti menciptakan. Ungkapan ana faṭartu al-bi’r artinya saya yang pertama menggali sumur itu. Fiṭrah adalah sifat asal atau pengetahuan awal yang menancap pada diri manusia. Selanjutnya kata fāṭir diartikan dengan menciptakan sesuatu yang sama sekali baru yang tidak mencontoh pada yang lainnya.

2. Bāri’ بَارِئ(al-An‘ām/6: 19)

Arti asalnya adalah pertama menciptakan. Kedua, menjauh. Ungkapan “bara’a minal-maraḍi” artinya ia terjauh dari sakit atau dia telah sembuh. Dari arti kedua muncul arti berlepas diri, bebas dan lain sebagainya. Arti inilah yang dimaksud dengan kata bāri’ pada ayat ini. Dikatakan juga bara’ sebagaimana sering digunakan oleh Ahli Hijaz, Mekah-Medinah (lihat az-Zukhruf/43: 26)

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto