Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 22 - Surat Al-An‘ām (Binatang Ternak)
الانعام
Ayat 22 / 165 •  Surat 6 / 114 •  Halaman 130 •  Quarter Hizb 13.75 •  Juz 7 •  Manzil 2 • Makkiyah

وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيْعًا ثُمَّ نَقُوْلُ لِلَّذِيْنَ اَشْرَكُوْٓا اَيْنَ شُرَكَاۤؤُكُمُ الَّذِيْنَ كُنْتُمْ تَزْعُمُوْنَ

Wa yauma naḥsyuruhum jamī‘an ṡumma naqūlu lil-lażīna asyrakū aina syurakā'ukumul-lażīna kuntum taz‘umūn(a).

(Ingatlah) tatkala Kami kumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang mempersekutukan Kami, “Manakah sekutu-sekutumu yang kamu sangkakan?”

Makna Surat Al-An‘am Ayat 22
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan ingatlah, pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua, seluruh manusia sejak zaman Adam hingga akhir zaman di Padang Mahsyar, kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, sebagai pertanggungjawaban, “Di manakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu sangka sebagai sekutu-sekutu Kami yang kamu perlakukan sebagai tuhan?”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah memperingatkan orang musyrik tentang hari kebangkitan, ketika seluruh umat manusia dikumpulkan. Pada hari itu manusia hanya terbagi menjadi dua golongan: mereka yang rugi dan mereka yang beruntung. Kemudian Allah berkata kepada orang-orang musyrik, “Di manakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu katakan sekutu Allah?” Allah bertanya demikian karena pada saat di dunia, mereka meminta pertolongan dan memanjatkan doa kepada sembahan selain Allah, yang mereka jadikan sebagai pelindung atau pengantar untuk mendekatkan diri kepada Allah atau untuk memberi syafaat kepada mereka pada hari Kiamat. Mengapa sembahan-sembahan itu menghilang dan tidak tampak bersama mereka pada hari itu? Seperti difirmankan Allah:

وَمَا نَرٰى مَعَكُمْ شُفَعَاۤءَكُمُ الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ اَنَّهُمْ فِيْكُمْ شُرَكٰۤؤُا ۗ لَقَدْ تَّقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنْكُمْ مَّا كُنْتُمْ تَزْعُمُوْنَ ࣖ ٩٤

Kami tidak melihat pemberi syafa’at (pertolongan) besertamu yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu (bagi Allah). Sungguh, telah terputuslah (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah). (al-An‘ām/6: 94)

Isi Kandungan Kosakata

1. Akinnah wa waqr اَكِنَّةً وَ وَقْرًا (al-An‘ām/6: 25)

Akinnah bentuk jamak dari kinan yaitu wadah yang bisa mengumpulkan sesuatu (al-wi’ā’ al-jami’), atau penutup (al-giṭa’ as-satir). Yang ditutupi bisa berupa benda atau sesuatu yang terlihat dalam diri seseorang. Untuk pertama dipakai ungkapan kanantu (ṡulaṡi) yang kedua dipakai Aknantu (ruba’i) seperti kata kitab maknun artinya kitab yang terpelihara karena berada pada tempat yang tertutup, tidak bisa dijamah oleh siapapun kecuali para malaikat yang suci. Waqr arti kata ini kembali kepada dua hal yaitu berat dan keteguhan atau ketenangan. Rajulun waqur artinya lelaki yang tenang, terhormat dan berwibawa. Al-Wiqr adalah muatan pada punggung keledai dan begal atau juga unta. Arti yang pertama (berat) inilah yang tepat untuk ayat di atas. Jika dikaitkan dengan telinga, maka telinga ini berat ntuk mendengarkan sesuatu.

2. Farraṭnā فَرَّطْنَا (al-An‘ām/6: 31)

Kata yang berasal dari (ف- ر- ط) berarti menghilangkan atau menyingkirkan sesuatu dari tempatnya. Ifraṭ ialah hal melampaui batas. Karena melampaui batas berarti menyingkirkannya dari arah tujuan semula. Tafrīṭ berarti lalai, lengah atau gegabah, yaitu tidak mengerjakan sesuatu padahal dia bisa melakukannya. Lalai berarti tidak melakukan sesuatu yang semestinya dikerjakan.

3. Awzārahum اَوْزَارَهُمْ (al-An‘ām /6:31)

Akar katanya (و- ز- ر) mempunyai dua arti yaitu tempat berlindung atau pelarian (malja’) di gunung (lihat: al-Qiyamah/75: 11) dan berat (aṡ-ṡiqal fisy-syai’). Al-Wizr ialah bawaan seseorang berupa kain yang diisi barang-barang. Dari sini lalu muncul kata al-wizr yang berarti dosa, karena bebannya yang berat. Jamaknya awzār. Al-Wazīr atau menteri karena tanggung jawabnya yang berat.

4. Al-La’b- Al-Lahw اَللَّعْبُ - اَللَّهْوُ(al-An ām/6: 32)

Al-La’b terambil dari kata al-lu’ab yaitu air liur atau ludah yang keluar dari mulut anak kecil. Biasanya keluar tanpa sengaja. Dari sini kata al-la’b diartikan dengan pekerjaan yang tidak diniatkan untuk tujuan yang benar. atau sesuatu yang melengahkan seseorang dari hal yang bermanfaat baginya. Al-Lahw, hal yang membelokkan seseorang dari kesungguhan ke senda gurau, kelakar, dan main-main.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto