وَزَكَرِيَّا وَيَحْيٰى وَعِيْسٰى وَاِلْيَاسَۗ كُلٌّ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَۙ
Wa zakariyyā wa yaḥyā wa ‘īsā wa ilyās(a), kullum minaṣ-ṣāliḥīn(a).
(Demikian juga kepada) Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh.
Dan juga Zakaria, Yahya, yang menjadi korban kekejaman penguasa yang zalim ketika berdakwah, demikian juga Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh dan berusaha untuk mengajak kaumnya masing-masing untuk menjadi saleh.
Allah menjelaskan bermacam-macam nikmat yang telah diberikan kepada keturunan Nabi Ibrahim yang saleh, yang berjuang membela tauhid dan menghancurkan kemusyrikan. Mereka itu ialah Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas yang lebih mementingkan kehidupan akhirat dari pada kehidupan dunia, sehingga mereka mempunyai keistimewaan sebagai hamba-hamba-Nya yang saleh. Mereka memang selayaknya diberi sebutan demikian, meskipun nabi-nabi yang lain diberi pula gelar saleh dan terkenal kebaikannya.
Ijtabainā اِجْتَبَيْنَا(a l-An‘ām/6: 87)
Artinya Kami memilih mereka. Akar katanya adalah (ج- ب- ي) yang berarti mengumpulkan atau menghimpun sesuatu dengan jalan memilih. Ungkapan jabaitu al-ma’ fil ḥauḍi artinya aku mengumpulkan air kedalam kolam. Jabiyah adalah kolam yang menghimpun air tersebut. Arti pemilihan Allah terhadap hamba-hambanya yaitu Allah mengkhususkan mereka dengan curahan rahasia ketuhanan atas mereka yang dengan itu mereka mendapatkan berbagai kenikmatan tanpa adanya usaha dari mereka, sebagaimana yang dilakukan terhadap para nabi, begitu juga syuhada dan salihin.









































