Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 105 - Surat Al-An‘ām (Binatang Ternak)
الانعام
Ayat 105 / 165 •  Surat 6 / 114 •  Halaman 141 •  Quarter Hizb 14.75 •  Juz 7 •  Manzil 2 • Makkiyah

وَكَذٰلِكَ نُصَرِّفُ الْاٰيٰتِ وَلِيَقُوْلُوْا دَرَسْتَ وَلِنُبَيِّنَهٗ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

Wa każālika nuṣarriful-āyāti wa liyaqūlū darasta wa linubayyinahū liqaumiy ya‘lamūn(a).

Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat Kami (agar orang-orang beriman mengambil pelajaran darinya) dan agar mereka (orang-orang musyrik) mengatakan, “Engkau telah mempelajari (ayat-ayat itu dari Ahlulkitab),” dan agar Kami menjelaskannya (Al-Qur’an) kepada kaum yang mengetahui.

Makna Surat Al-An‘am Ayat 105
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah mengingatkan tugas Nabi Muhammad, kelompok ayat ini ditutup dengan pernyataan Allah sebagai berikut. Dan demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat sebagai bukti-bukti kekuasaan Kami, baik berupa fenomena yang tergelar di alam semesta maupun yang tertulis di dalam Al-Qur'an, agar orang beriman dapat meraih petunjuk. Hal tersebut mengakibatkan orang-orang musyrik mengatakan, “Engkau telah mempelajari ayat-ayat itu dari Ahli Kitab atau siapa pun.” Dan hal itu juga bertujuan agar Kami menjelaskan Al-Qur'an itu kepada orang-orang yang mengetahui.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan bahwa Dia telah memberikan bukti-bukti kebenaran secara berulang-ulang di dalam ayat-ayat-Nya dengan gaya bahasa yang beraneka ragam dengan maksud agar dapat memberikan keyakinan yang penuh kepada seluruh manusia dan untuk menghilangkan keragu-raguan, serta memberikan daya tarik kepada mereka agar mereka dapat menerima kebenaran itu dengan penuh kesadaran, dan untuk memberikan alasan kepada kaum Muslimin dalam menghadapi bantahan orang-orang musyrik. Karena orang-orang musyrik mendustakan ayat-ayat Allah dengan mengatakan Nabi Muhammad mempelajari ayat-ayat itu dari orang lain atau menghafal berita-berita dari orang-orang yang terdahulu seperti firman Allah:

فَهِيَ تُمْلٰى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا

lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.” (al-Furqān/25: 5).

Menurut al-Farrā’, Al-Qur’an mengandung ayat-ayat yang benar dan dapat diterima oleh orang-orang yang bersih hatinya dan mempunyai niat yang kuat untuk menerima ilmu pengetahuan sehingga dapat menerima kebenaran itu dengan penuh keinsyafan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Kharaqū خَرَقُوْا(al-An‘ m/6: 100)

Artinya mereka telah berbohong atau melakukan kebohongan. Kata dasarnya adalah ( خ- ر- ق ) yang berarti memotong sesuatu dengan tujuan merusak tanpa dipikir terlebih dahulu. Hal ini berbeda dengan kata (خ- ل- ق) yang menunjukkan arti melakukan sesuatu dengan perkiraan yang cermat, pelan-pelan, dengan tujuan baik. Ungkapan kharaqa aṡ-ṡauba artinya dia merobek pakaian. Pekerjaan merobek adalah pekerjaan yang tidak beraturan. Dari arti kata dasar ini maka muncul arti kebohongan, karena kaum musyrik melakukan sesuatu yang bersifat merusak tentang akidah terhadap Allah seperti perkataan mereka, “Allah mempunyai anak lelaki dan perempuan.”

2. Badī’ بَدِيعُ(al-An‘ām/6 : 101)

Akar katanya (ب- د- ع) artinya berkisar pada dua hal yaitu pertama, membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. Kedua, keterputusan atau ketumpulan, keletihan, dan lesu. Kata bid’ah juga mempunyai arti semisal yaitu suatu perbuatan yang tidak ada contoh sebelumnya dari Nabi Muhammad. Allah menciptakan langit dan bumi tanpa meniru dan mencontoh yang lain.

3. Darasta دَرَسْتَ(al-An‘ām /6: 105)

Pada kalimat ini ada tiga bacaan, yaitu darasta, dārasta dan darasat. Bacaan pertama berarti kamu telah mempelajari (Al-Qur’an dari orang lain). Bacaan kedua berarti kamu saling mengajarkan. Artinya kamu membacakan kepada ahli kitab dan mereka membacakannya kepada kamu. Bacaan ketiga berarti berita-berita yang telah kamu (Muhammad) bacakan kepada kami telah kuno sehingga telah hilang dari peredaran dan sirna. Arti umum dari kata (د- ر- س) ialah melakukan sesuatu berulangkali sehingga hal tersebut menjadi hilang/sirna atau mencapai puncaknya. Pakaian yang dipakai terus menerus lalu rusak disebut daris. Ungkapan darasa al-kitab artinya dia membacanya berulang kali sehingga membekas di otak dan dihapal.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto