Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 9 - Surat Al-An‘ām (Binatang Ternak)
الانعام
Ayat 9 / 165 •  Surat 6 / 114 •  Halaman 129 •  Quarter Hizb 13.5 •  Juz 7 •  Manzil 2 • Makkiyah

وَلَوْ جَعَلْنٰهُ مَلَكًا لَّجَعَلْنٰهُ رَجُلًا وَّلَلَبَسْنَا عَلَيْهِمْ مَّا يَلْبِسُوْنَ

Wa lau ja‘alnāhu malakal laja‘alnāhu rajulaw wa lalabasnā ‘alaihim mā yalbisūn(a).

Seandainya Kami jadikan dia (rasul) itu (dari) malaikat, tentu Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan pasti Kami buat mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.238)

Makna Surat Al-An‘am Ayat 9
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah masih melanjutkan jawaban terhadap pertanyaan orang-orang kafir tersebut. Dan sekiranya rasul itu Kami jadikan dari malaikat, maksudnya bahwa kalau Allah mengutus malaikat sebagai rasul, tentu Allah mengutusnya dalam bentuk manusia, pastilah Kami jadikan dia berwujud laki-laki, sebagaimana yang mereka minta, karena manusia tidak dapat melihat malaikat, dan, dengan demikian, tentu mereka akan berkata juga, “Ini bukanlah malaikat, hanya manusia sebagaimana kami juga.” Jika begitu sikap mereka, pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu, karena pada intinya mereka menolak kehadiran seorang utusan sebagaimana kini mereka ragu terhadap kerasulan Nabi Muhammad.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan anggapan kaum musyrik Mekah tentang kerasulan malaikat seperti tersebut dalam tafsir Surah al-An‘ām/6 ayat 8. Kalau Allah menjadikan rasul-rasul dari golongan malaikat, seperti pendapat orang musyrik Mekah, tentulah Allah akan menjadikan malaikat itu seperti manusia laki-laki, tetapi bilamana malaikat yang menjadi Rasul (Nabi) itu menyamar dalam bentuk manusia, maka tentulah mereka akan mengatakan dia manusia. Karena mereka tidak akan melihat malaikat kecuali bentuk rupa dengan sifat-sifat kemanusiaannya. Pada saat itu timbullah kesangsian dan keragu-raguan dalam jiwa mereka dan tentulah mereka akan mendustakan para malaikat yang menyamar menjadi manusia, seperti halnya mereka mendustakan Nabi Muhammad. Mereka akan menyatakan pendapat mereka yaitu bahwa rasul itu haruslah malaikat. Padahal seperti apa bentuk asli malaikat mereka tidak tahu. Demikianlah mereka berputar-putar dalam sebuah lingkaran keraguan yang tak tentu ujung pangkalnya. Kaum musyrik Mekah merupakan sebuah contoh kebanyakan manusia yang terjerumus dalam kesulitan karena kesalahan mereka dalam memilih pegangan hidup dan akhirnya mereka kebingungan mencari jalan keluar.

Isi Kandungan Kosakata

1. Qarn قَرْن (al-An‘ām/6: 6)

Qarn secara etimologi berarti berkumpulnya dua macam/hal atau lebih dalam hal tertentu. Dari sini lalu muncul arti generasi, atau sekumpulan dari manusia (ummah minan-nās), karena mereka hidup bersamaan dalam satu masa. Tentang jangka waktunya, ada yang mengatakan 40 tahun, 60 tahun, 80 tahun, 100 tahun, 120 tahun. Yang masyhur adalah 100 tahun.

2. Makkannāhum مَكَّنَّاهُمْ(a l-An‘ām/6: 6)

Akar katanya (م- ك- ن) yang berarti tempat untuk mewadahi sesuatu. Dari pengertian ini lalu muncul arti tetap, kokoh, teguh, kuat dan lain sebagainya. Kata makkannā bisa diartikan Kami memberikan tempat, peran, pengaruh, kedudukan kepada mereka.

3. Midrār مِدْرَار (al-An‘ām/6: 6)

Asalnya dari Ad-Darr yaitu air susu yang melimpah. Jika dikaitkan dengan hujan berarti hujan yang lebat, atau terus menerus.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto