Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 13 - Surat Al-An‘ām (Binatang Ternak)
الانعام
Ayat 13 / 165 •  Surat 6 / 114 •  Halaman 129 •  Quarter Hizb 13.75 •  Juz 7 •  Manzil 2 • Makkiyah

۞ وَلَهٗ مَا سَكَنَ فِى الَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۗوَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Wa lahū mā sakana fil-laili wan-nahār(i), wa huwas-samī‘ul-‘alīm(u).

Milik-Nyalah segala sesuatu yang ada pada malam dan siang hari. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Makna Surat Al-An‘am Ayat 13
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah sebagai pemilik langit dan bumi menegaskan bahwa seluruh makhluk berada dalam pengaturan-Nya. Dan milik-Nyalah, segala apa yang ada pada malam dan siang hari, yang bergerak maupun yang diam, yang terlihat maupun yang tersembunyi karena Dia yang menciptakan dan mengatur semuanya. Dan Dialah Yang Maha Mendengar ucapan hamba-hamba-Nya, dan Maha Mengetahui apa yang ada pada seluruh hambanya, baik yang dinyatakan secara terbuka maupun yang tersembunyi di dalam lubuk hati.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menyatakan bahwa alam dengan segala isinya menjadi milik Allah, segala yang terjadi di waktu malam dan di siang hari adalah juga kepunyaan Allah. Bagaimana pun kecilnya sesuatu benda, yang menempati sudut mana pun dalam ruang alam semesta ini, pastilah dia dalam kekuasaan Allah. Tak mungkin ia bergerak dan diam di segala ruang dan waktu tanpa kodrat dan iradat Allah, sebab ia milik-Nya. Penguasaannya mutlak pada Allah.

Kemudian ditegaskan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Jarak jangkauan pendengaran-Nya melingkupi alam ini. Walaupun bunyi langkah seekor semut di atas batu yang licin pun pasti tidak akan luput dari pendengaran dan pengetahuan-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Fāṭir فَاطِرْ(al-An‘ām/6 : 14)

Asal katanya (ف- ط- ر ) artinya membuka sesuatu dan melahirkannya. Ifṭar adalah makan pada pagi hari (sarapan). Afṭara aṣ-ṣā’im artinya orang itu berbuka puasa. Lalu muncul arti menciptakan. Ungkapan ana faṭartu al-bi’r artinya saya yang pertama menggali sumur itu. Fiṭrah adalah sifat asal atau pengetahuan awal yang menancap pada diri manusia. Selanjutnya kata fāṭir diartikan dengan menciptakan sesuatu yang sama sekali baru yang tidak mencontoh pada yang lainnya.

2. Bāri’ بَارِئ(al-An‘ām/6: 19)

Arti asalnya adalah pertama menciptakan. Kedua, menjauh. Ungkapan “bara’a minal-maraḍi” artinya ia terjauh dari sakit atau dia telah sembuh. Dari arti kedua muncul arti berlepas diri, bebas dan lain sebagainya. Arti inilah yang dimaksud dengan kata bāri’ pada ayat ini. Dikatakan juga bara’ sebagaimana sering digunakan oleh Ahli Hijaz, Mekah-Medinah (lihat az-Zukhruf/43: 26)

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto