وَمَا عَلَى الَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ وَّلٰكِنْ ذِكْرٰى لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
Wa mā ‘alal-lażīna yattaqūna min ḥisābihim min syai'iw wa lākin żikrā la‘allahum yattaqūn(a).
Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka, tetapi (berkewajiban memberi) peringatan agar mereka (juga) bertakwa.
Orang-orang yang bertakwa, yaitu yang berusaha melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas dosa-dosa mereka, yakni para pendurhaka, baik akibat melecehkan agama maupun dosa lainnya, tetapi kaum muslim berkewajiban mengingatkan mereka tersebut agar bertakwa.
Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang mukmin yang bertakwa kepada Allah tidak bertanggung jawab atas perbuatan orang-orang musyrik yang memperolokkan ayat-ayat Allah dan mereka tidak akan menanggung dosa orang musyrik. Mereka berkewajiban memberi peringatan kepada kaum musyrik yang berbuat demikian, untuk tidak lagi memperolokkan ayat-ayat Allah.
1. Yakhūḍūna يَخُوْضُوْنَ (al-An‘ām/6: 68)
Kata ini terambil dari (خ- و- ض) yang artinya berkisar pada menengahi sesuatu dan masuk padanya (tawassuṭ syai’in wadukhul). Al-Khawḍ ialah mencebur ke dalam air dan melewatinya. Ungkapan ini digunakan juga untuk arti masuk dalam pembicaraan. Hanya saja kata al-khawḍ lebih banyak digunakan untuk pembicaraan yang tidak berdasar sehingga ia tercela atau hanya main-main saja.
2. Tubsala تُبْسَلَ(al-An‘ām /6: 70)
Kata tubsala adalah fi’il muḍari’ mabni majhul dari absala. Kata dasarnya dari (ب- س- ل) artinya mencegah, melarang, menahan. Ungkapan syuja’ basil artinya seorang pemberani yang mampu menahan sesuatu yang dia pegangi dari serbuan orang lain. Pada ayat ini arti kata di atas adalah tertahan di neraka atau terhalangi dari rahmat dan pahala. Dari sini maka ungkapan pada ayat di atas berarti “agar jiwa tidak ditahan di neraka atau dijerumuskan didalamnya disebabkan karena dosa-dosa yang diperbuatnya.” Atau “agar jiwa tidak terjerumus kepada kerusakan atau siksaan,” atau “tidak terhalangi dari rahmat dan kebajikan.” Ada juga yang mengartikan “agar tidak dipermalukan.”
















































