فَلَوْلَآ اِذْ جَاۤءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوْا وَلٰكِنْ قَسَتْ قُلُوْبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Falau lā iż jā'ahum ba'sunā taḍarra‘ū wa lākin qasat qulūbuhum wa zayyana lahumusy-syaiṭānu mā kānū ya‘malūn(a).
Akan tetapi, mengapa mereka tidak tunduk merendahkan diri (kepada Allah) ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.
Setelah ditawarkan kesempatan untuk terhindar dari siksa dengan syarat mereka harus bertobat, para pendurhaka itu enggan melakukannya, maka muncul keheranan yaitu mengapa mereka tidak memohon kepada Allah dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami (Allah) datang menimpa mereka? Jawabannya adalah memang mereka tidak bermohon, karena kedurhakaan mereka sudah sedemikian parah. Bahkan hati mereka telah menjadi keras sehingga sulit untuk menerima petunjuk dan setan pun merayu dan mengelabui mereka dengan menjadikan terasa indah bagi mereka apa, yakni dosa-dosa dan kedurhakaan, yang selalu mereka kerjakan.
Sebenarnya yang paling baik bagi umat-umat terdahulu ialah mengikuti seruan para pasul yang diutus Allah kepada mereka, tunduk dan patuh kepada Allah ketika datang azab, malapetaka atau penderitaan yang ditimpakan itu, agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka serta memberikan nikmat dan rahmat kepada mereka.
Tetapi hati mereka telah sesat dan terkunci mati, tidak dapat lagi menerima peringatan dan pelajaran apa pun yang disampaikan kepada mereka. Setan menanamkan ke dalam hati dan pikiran mereka rasa senang dan gembira mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dan syirik, serta mendorong mereka agar selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela itu.
Dābbah دَابَّةْ(al-An‘ām /6: 38)
Ad-Dabb, ad-dabib ialah berjalan secara pelan, merangkak, merayap. Kata dābbah digunakan untuk setiap hewan dan biasanya untuk sejenis serangga. Pada surah an-Nūr/24: 45 dijelaskan bahwa semua jenis hewan diciptakan dari air. Ada yang berjalan di atas perutnya, ada yang dengan dua kaki, ada juga yang empat kaki. Kata dābbah pada ayat ini berupa isim nakirah yang mempunyai pengertian samar-samar atau tidak diketahui bentuknya, sebelumnya ada huruf “mā” nafiyah, sehingga nakirah tadi mempunyai arti umum, yang mencakup semua hewan apa saja. Pada ayat ini hanya disebutkan dābbah yang di bumi, tidak yang di langit, karena menyebutkan sesuatu yang bisa dilihat lebih utama dan lebih meyakinkan kepada pembaca daripada menyebutkan sesuatu yang tidak bisa dilihat.













































