Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 45 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 45 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 326 •  Quarter Hizb 33.25 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

قُلْ اِنَّمَآ اُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِۖ وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاۤءَ اِذَا مَا يُنْذَرُوْنَ

Qul innamā unżirukum bil-waḥy(i), wa lā yasma‘uṣ-ṣummud-du‘ā'a iżā mā yunżarūn(a).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya memperingatkanmu dengan wahyu.” Akan tetapi, orang-orang tuli (musyrik) tidak mendengarkan seruan bila mereka diberi peringatan.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 45
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Katakanlah, wahai Muhammad, kepada orang-orang kafir dan musyrik tentang tugas pokok dan fungsi seorang utusan Allah, “Sesungguhnya aku hanya memberimu peringatan kepada seluruh umat manusia sesuai dengan wahyu yang disampaikan Allah kepadaku.” Tetapi orang tuli pikiran, perasaan dan ruhaninya, tidak mendengar seruan yang disampaikan seorang utusan Allah, apabila mereka diberi peringatan dengan cara yang masuk akal, lembut, dan santun sekalipun.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menyuruh Nabi Muhammad saw untuk menegaskan kepada kaum kafir dan musyrik itu tugas pokoknya sebagai Rasul, yaitu sekedar menyampaikan peringatan Allah kepada mereka dengan perantaraan wahyu, yaitu Al-Qur’an, serta menerangkan kepada mereka akibat dari kekufuran, dengan menerangkan kisah-kisah tentang umat yang terdahulu. Adapun perhitungan dan pembalasan atas perbuatan mereka adalah menjadi kekuasaan Allah, bukan kekuasaan Rasul.

Dalam ayat ini juga terdapat sindiran terhadap kaum kafir itu, bahwa mereka adalah seperti orang-orang tuli, tidak mendengarkan dan tidak memperhatikan peringatan yang disampaikan kepada mereka. Hati mereka seperti telah tertutup, dan tidak menerima kebenaran dan petunjuk Allah yang disampaikan Rasul kepada mereka. Hal ini merupakan tanda-tanda orang-orang yang ingkar pada Tuhan, sebagaimana firman Allah:

صُمٌّ ۢ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ

(M ereka) tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti. (al-Baqarah/2: 171)

Isi Kandungan Kosakata

1. Yakla’ukum يَكْلَؤُكُمْ (al-Anbiyā’/21:42)

Yakla ’ukum berasal dari kata kala’a yakla’u yang berarti menjaga sesuatu dan memeliharanya. Seperti ungkapan kala’aka Allah (Semoga Allah memeliharamu). Mukalla’ adalah nama untuk tempat menjaga perahu. Di Basrah ada tempat yang disebut al-kallā’ sebagai dermaga pelabuhan di mana banyak perahu bersandar dan merapat disana. Al-kallā’ juga dinisbahkan pada rerumputan yang terjaga. Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa hanya Dia-lah yang dapat memelihara manusia di waktu malam dan siang hari.

2. Nafḥatun نَفْحَةٌ (al-Anbiyā’/21:46)

Naf atun berasal dari kata nafaḥa yanfuḥu nafḥan yang berarti menghembuskan dan menyebarkan. Nafaḥa ar-rīḥ berarti angin berhembus. Qaus nafūḥ berarti panah yang lepas dari busurnya dengan cepat. Biasanya nafaḥa digunakan untuk meniupkan benih-benih kebaikan, walaupun kadang-kadang digunakan juga untuk kejahatan. Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya manusia yang ingkar terhadap Allah jika dihembuskan kepada mereka sedikit saja dari azab Allah tentu mereka akan berkata, “Celakalah,” karena sesungguhnya kami telah menganiaya diri sendiri.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto