Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 46 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 46 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 326 •  Quarter Hizb 33.25 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَلَىِٕنْ مَّسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِّنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُوْلُنَّ يٰوَيْلَنَآ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ

Wa la'im massathum nafḥatum min ‘ażābi rabbika layaqūlunna yā wailanā innā kunnā ẓālimīn(a).

Jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, “Celakalah kami! Sesungguhnya kami adalah orang yang selalu menzalimi (diri sendiri).”

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 46
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Orang-orang kafir ketika hidup di dunia bersikap sombong, keras kepala, dan menantang azab Allah, tetapi di akhirat ketika mereka sadar, mereka menyesali perbuatannya. Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, di dalam neraka, pastilah mereka berkata, dengan sangat menyesal, “Celakalah kami, berada dalam azab yang pedih! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi diri sendiri dengan tidak beriman, sombong, keras kepala, dan menantang azab Allah.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan dalam ayat ini salah satu dari sifat kaum kafir, yaitu bila mereka ditimpa oleh azab Allah, walaupun hanya sedikit saja, mereka mengeluh dan menyesali diri, dengan mengatakan, “Aduhai, celakalah kami, bahwasannya kami adalah orang-orang yang menganiaya diri sendiri.”

Sebelum azab itu datang menimpa, mereka tidak mempercayainya, bahkan mereka menantang, agar azab tersebut didatangkan segera kepada mereka, karena keingkaran dan keangkuhan mereka. Tetapi setelah azab itu datang menimpa barulah mereka tahu tentang kekuasaan Allah sehingga timbullah penyesalan dalam hati mereka.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yakla’ukum يَكْلَؤُكُمْ (al-Anbiyā’/21:42)

Yakla ’ukum berasal dari kata kala’a yakla’u yang berarti menjaga sesuatu dan memeliharanya. Seperti ungkapan kala’aka Allah (Semoga Allah memeliharamu). Mukalla’ adalah nama untuk tempat menjaga perahu. Di Basrah ada tempat yang disebut al-kallā’ sebagai dermaga pelabuhan di mana banyak perahu bersandar dan merapat disana. Al-kallā’ juga dinisbahkan pada rerumputan yang terjaga. Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa hanya Dia-lah yang dapat memelihara manusia di waktu malam dan siang hari.

2. Nafḥatun نَفْحَةٌ (al-Anbiyā’/21:46)

Naf atun berasal dari kata nafaḥa yanfuḥu nafḥan yang berarti menghembuskan dan menyebarkan. Nafaḥa ar-rīḥ berarti angin berhembus. Qaus nafūḥ berarti panah yang lepas dari busurnya dengan cepat. Biasanya nafaḥa digunakan untuk meniupkan benih-benih kebaikan, walaupun kadang-kadang digunakan juga untuk kejahatan. Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya manusia yang ingkar terhadap Allah jika dihembuskan kepada mereka sedikit saja dari azab Allah tentu mereka akan berkata, “Celakalah,” karena sesungguhnya kami telah menganiaya diri sendiri.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto