Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 92 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 92 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 330 •  Quarter Hizb 33.75 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

اِنَّ هٰذِهٖٓ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةًۖ وَّاَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْنِ

Inna hāżihī ummatukum ummataw wāḥidah(tan), wa ana rabbukum fa‘budūn(i).

Sesungguhnya ini (agama tauhid) adalah agamamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu. Maka, sembahlah Aku.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 92
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Pada ayat sebelumnya dijelaskan kisah para nabi seperti Nabi Ibrahim, Lut, Ishak, Yakub, Nuh, Dawud, Sulaiman, Ayub, Ismail, Idris, Zulkifli, Yunus, Zakaria, dan Yahya. Mereka mengajarkan prinsip tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya. Sungguh, agama tauhid yang diajarkan oleh para nabi inilah agama kamu, agama yang sama dengan yang diajarkan Rasulullah berdasarkan Al-Qur’an, yaitu agama yang satu untuk seluruh umat, agama penyerahan diri kepada Allah. Dan Aku, Allah, adalah Tuhanmu, yang menciptakan langit dan bumi; maka sembahlah Aku sepanjang hayat kamu, Tuhan yang menghidupkan dan mematikan kamu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini ditegaskan bahwa agama tauhid ini adalah agama untuk seluruh manusia, dan merupakan agama yang satu, yaitu sama dalam akidah, meskipun berbeda dalam syariat.

قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْنُ مَعَاشِرَ اْلاَنْبِيَاءِ اَوْلَادُ عَلَّاتٍ دِيْنُنَا وَاحِدٌ. (رواه البخاري ومسلم وابو داود واحمد عن ابي هريرة )

Rasulullah bersabda, “Kami para nabi seperti ibarat saudara-saudara se ayah, agama kami satu.” (Riwayat al-Bukhārī, Muslim, Abu Dāwud dan Aḥmad dari Abu Hurairah.)

Kemudian pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah adalah Tuhan bagi seluruh umat manusia. Oleh sebab itu kepada-Nya sajalah mereka harus menyembah.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yakjūj wa Makjūj يَأْجُوْجُ وَ مَأْجُوْجُ (al-Anbiyā’/21: 96) Lihat al-Kahf/18:97

2. ḥadab حَدَبٍ(al-Anbiyā’/2 1: 96)

ḥadab merupakan bentuk maṣdar dari kata kerja ḥadiba-yaḥdabu, yang artinya bungkuk, condong atau berpaling. Dalam ayat ini ḥadab diartikan sebagai suatu bagian dari bumi yang meninggi, yakni bukit atau tempat yang tinggi. Dalam ayat ini ḥadab dipergunakan untuk menunjukkan tempat-tempat atau dataran tinggi yang merupakan tempat tinggal makhluk yang disebut Yakjuj dan Makjuj yang selalu melakukan kejahatan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto