Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 38 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 38 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 325 •  Quarter Hizb 33.25 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Wa yaqūlūna matā hāżal-wa‘du in kuntum ṣādiqīn(a).

Mereka berkata, “Kapankah janji ini (akan datang), jika kamu orang yang benar?”

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 38
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Karena orang-orang kafir itu tidak meyakini akhirat, maka dalam ayat ini terlihat betapa nekatnya mereka berkata kepada Rasulullah dengan sikap menantang. Dan mereka berkata, “wahai Muhammad, Kapankah janji itu, azab neraka yang kamu sebut-sebut itu akan datang menimpa kami, jika kamu orang yang benar mengaku utusan Allah dan sanggup mendatangkan azab?”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah memperlihatkan betapa nekadnya kaum kafir itu, ketika mereka berkata kepada Nabi Muhammad dan kaum Muslimin dengan sikap menantang, “Kapankah azab akhirat yang dijanjikan itu akan datang? Jika ancaman itu benar, cobalah perlihatkan sekarang juga!”

Mereka meminta segera didatangkan azab Allah kepadanya, ucapan itu menunjukkan bahwa mereka sebenarnya tidak percaya sama sekali tentang adanya azab tersebut. Dengan sendirinya, mereka juga tidak percaya tentang hari akhirat, serta kekuasaan Allah untuk memperhitungkan dan membalas perbuatan manusia.

Isi Kandungan Kosakata

‘Ajal عَجَلْ(al-Anbiyā’/2 1:37)

‘Ajal terbentuk dari kata ‘ajala yang berarti meminta sesuatu dan mengambilnya sebelum tiba waktunya atau tergesa-gesa dan terburu-buru. Karena sifat ini melibatkan emosi yang tidak baik, maka penggunaannya dalam Al-Qur’an hampir semuanya bersifat negatif (Ṭāhā/20: 83, 84, 114). Untuk itu, muncul ungkapan peribahasa “al-’ajalah min asy-syaiṭān” (Ketergesa-gesaan adalah bagian dari perbuatan setan). Tetapi ada ‘ajal yang bersifat positif dan dianjurkan yaitu bersegera dalam meminta rida Allah. ‘Ajal merupakan tabiat dasar manusia (al-Isrā/17: 11). Al-’ijl diartikan dengan anak sapi betina, juga diartikan dengan roda kemudi untuk mempercepat laju kemudi. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dengan tabiat ‘ajal (tergesa-gesa). Dalam ayat yang lain dijelaskan, al-Isrā’/17: 11 “Wakāna al-insān ‘ajūlā”. Bahwa sifat manusia adalah senantiasa terburu-buru.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto