Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 96 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 96 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 330 •  Quarter Hizb 33.75 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

حَتّٰىٓ اِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ وَهُمْ مِّنْ كُلِّ حَدَبٍ يَّنْسِلُوْنَ

Ḥattā iżā futiḥat ya'jūju wa ma'jūju wa hum min kulli ḥadabiy yansilūn(a).

hingga apabila (tembok) Ya’juj dan Ma’juj dibuka dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 96
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kebinasaan suatu negeri bisa jadi karena serangan bangsa biadab seperti Yakjuj dan Makjuj, Tartar dan Mongol, yang membuat kerusakan di bumi. Lalu Zulkarnain, seorang raja yang kuat, membuat benteng kokoh dari besi dan tembaga guna melindungi bangsa yang lemah dari keganasan Yakjuj dan Makjuj. Hingga apabila benteng yang menghalangi Yakjuj dan Makjuj dibukakan seperti yang terjadi pada serangan Jengis Khan dan Hulagu Khan, keturunan bangsa Tartar dan Mongol, maka terjadilah kehancuran sejak Asia Tengah hingga Bagdad tahun 1258. Dan mereka, Yakjuj dan Makjuj, turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi melakukan kerusakan di bumi dengan membunuh, merampas, dan melakukan segala macam keganasan. (Lihat Surah al-Kahf/18: 94-99)

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa kaum kafir telah dibinasakan dengan azab yang berat di dunia ini, sehingga mereka menemui kemusnahan, mereka tidak akan kembali lagi ke dunia, mereka akan tetap dalam kemusnahan sampai hari Kiamat kelak. Sebagai salah satu dari tanda-tanda akan datangnya hari Kiamat adalah terbukanya tembok Yakjuj dan Makjuj, sehingga Yakjuj dan Makjuj berdatangan, meluncur dengan cepat dari setiap tempat yang tinggi. Mereka membuat keonaran dan kebinasaan di dunia.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yakjūj wa Makjūj يَأْجُوْجُ وَ مَأْجُوْجُ (al-Anbiyā’/21: 96) Lihat al-Kahf/18:97

2. ḥadab حَدَبٍ(al-Anbiyā’/2 1: 96)

ḥadab merupakan bentuk maṣdar dari kata kerja ḥadiba-yaḥdabu, yang artinya bungkuk, condong atau berpaling. Dalam ayat ini ḥadab diartikan sebagai suatu bagian dari bumi yang meninggi, yakni bukit atau tempat yang tinggi. Dalam ayat ini ḥadab dipergunakan untuk menunjukkan tempat-tempat atau dataran tinggi yang merupakan tempat tinggal makhluk yang disebut Yakjuj dan Makjuj yang selalu melakukan kejahatan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto