Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 112 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 112 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 331 •  Quarter Hizb 33.75 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

قٰلَ رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّۗ وَرَبُّنَا الرَّحْمٰنُ الْمُسْتَعَانُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ ࣖ

Qāla rabbiḥkum bil-ḥaqq(i), wa rabbunar-raḥmānul-musta‘ānu ‘alā mā taṣifūn(a).

Dia (Nabi Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Tuhan kami adalah Tuhan Yang Maha Pengasih (dan) yang dimintai segala pertolongan atas semua yang kamu katakan.”

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 112
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Selama 13 tahun di Mekah Rasulullah bersikap diam tanpa perla-wanan menghadapi penindasan, pengusiran, pemboikotan dan rencana pembunuhan orang-orang kafir Mekah kepada beliau dan para sahabat hingga akhirnya setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad, berkata dalam doanya kepada Allah, “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil di antara kami dan orang-orang kafir itu supaya tampak kebenaran dan kebatilan. Dan, kami yakin,Tuhan kami Maha Pengasih, kepada hamba-hamba-Nya; Allah tempat memohon segala pertolongan dalam menghadapi semua yang kamu katakana kepada kami, orang-orang beriman, secara bodoh, keji, dan tidak berdasar tentang Allah, malaikat, Al-Qur’an, Rasulullah, dan hidup sesudah mati.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Karena orang musyrik Mekah semakin hari bertambah-tambah kezaliman mereka, maka Muhammad berdoa kepada Tuhan agar Dia segera menimpakan azab kepada mereka. Permohonan Muhammad ini dikabulkan Allah dengan kekalahan orang musyrik pada beberapa peperangan yang terjadi antara kaum Muslimin dengan kaum musyrik.

Qatadah berkata, “Para nabi dahulu berdoa”:

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفٰتِحِيْنَ

Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.” (al-A‘rāf/7: 89)

Maka Rasulullah saw diperintahkan Allah untuk mengucapkan doa yang demikian itu.

Isi Kandungan Kosakata

Al-Musta’ān اَلْمُسْتَعَان ُ( al-Anbiyā’/21: 112)

Al-Musta’ān secara bahasa adalah bentuk isim maf’ūl dari kata kerja ista’āna-yasta’īnu-ist i’ānatan, yang berarti minta pertolongan. Al-Musta’ān berarti yang dimohonkan pertolongannya.

Dalam ayat ini kata al-musta’ān dimaksudkan adalah bahwa Allah yang dimohonkan pertolongan-Nya untuk mengatasi dan membatalkan ke-bohongan-kebohongan kaum musyrikin yang mereka ucapkan terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto