يُسَبِّحُوْنَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُوْنَ
Yusabbiḥūnal-laila wan-nahāra wa lā yafturūn(a).
Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih pada waktu malam dan siang dengan tidak henti-hentinya.
Mereka, para malaikat itu, senantiasa bertasbih dengan cara mereka, menyucikan Allah dengan tidak ada henti-hentinya malam dan siang, karena mereka tidak beristri dan beranak serta tidak membutuhkan makan dan minum.
Dalam ayat ini Allah menjelaskan bagaimana caranya para malaikat itu beribadah kepada-Nya, yaitu dengan senantiasa bertasbih siang dan malam dengan tidak putus-putusnya.
Dalam ayat lain Allah berfirman tentang para malaikat ini:
لَا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Ya ng tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Taḥrīm/66: 6)
1. Fayadmaguhū فَيَدْمَغُهُ (al-Anbiyā’/21:18)
Lafal di atas terambil dari kata damaga - yadmagu yang berarti melukai atau menghancurkan sampai tembus ke otaknya sampai bisa menghilangkan nyawa seseorang. Lafal ini juga digunakan untuk pengungkapan hujjah yang bisa membatalkan. Diartikan juga dengan bagian yang muncul dari pohon kurma, jika tidak dipotong maka akan merusak kurma tersebut. Dāmigah adalah cap atau tanda dengan besi yang membara yang digunakan untuk memberikan tanda harga. Semuanya ini merupakan bentuk kinayah dari lafal damaga yang arti dasarnya adalah menghancurkan. Maksud ayat ini adalah Allah akan menjadikan yang haq (benar) menghancurkan yang batil sehingga yang batil tersebut akan lenyap tidak berbekas. Ini menandakan bahwa sesuatu yang benar tidak akan bisa dikalahkan dengan yang batil.
2. Zāhiq زَاهِقْ (al-Anbiyā’/21:18)
Lafal zāhiq merupakan isim fa’il dari kata zahaqa yazhaqu yang berarti hilang atau lenyap. Zahaqa ruh artinya ruhnya telah hilang alias meninggal dunia. Lafal zahaqa mengandung makna kecepatan dalam gerakan dalam menghancurkan sesuatu. Maksud ayat ini, seperti dijelaskan sebelumnya bahwa yang haq akan senantiasa menghancurkan yang batil sehingga kebatilan akan lenyap dengan sendirinya.















