Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 73 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 73 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 328 •  Quarter Hizb 33.5 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَجَعَلْنٰهُمْ اَىِٕمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَمْرِنَا وَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرٰتِ وَاِقَامَ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءَ الزَّكٰوةِۚ وَكَانُوْا لَنَا عٰبِدِيْنَ ۙ

Wa ja‘alnāhum a'immatay yahdūna bi'amrinā wa auḥainā ilaihim fi‘lal-khairāti wa iqāmaṣ-ṣalāti wa ītā'az-zakāh(ti), wa kānū lanā ‘ābidīn(a).

Kami menjadikan mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk atas perintah Kami dan Kami mewahyukan kepada mereka (perintah) berbuat kebaikan, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, serta hanya kepada Kami mereka menyembah.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 73
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan Kami jadikan mereka itu, para nabi dan rasul keturunan Ishak dan Yakub, sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk kepada Bani Israil dengan perintah Kami dalam Kitab Taurat, Zabur, dan Injil, dan Kami wahyukan kepada mereka, para nabi dan rasul itu, agar berbuat kebaikan, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat, dan Kami tegaskan kepada mereka bahwa hanya kepada Kami mereka menyembah dan hanya kepada Kami pula mereka memohon pertolongan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menyebutkan dalam ayat ini tambahan karunia-Nya kepada Ibrahim, selain karunia yang telah diterangkan pada ayat yang lalu, yaitu bahwa keturunan Ibrahim itu tidak hanya merupakan orang-orang yang saleh, bahkan juga menjadi imam atau pemimpin umat yang mengajak orang untuk menerima dan melaksanakan agama Allah, dan mengajak kepada perbuatan-perbuatan yang baik dan bermanfaat, berdasarkan perintah dan izin Allah.

Nabi Ibrahim yang diberi gelar “Khalīlullāh” (kekasih Tuhan) juga merupakan bapak dari beberapa nabi karena banyak di antara nabi-nabi yang datang sesudahnya adalah dari keturunannya, sampai dengan Nabi dan Rasul yang terakhir, yaitu Muhammad saw adalah termasuk cucu-cucu Ibrahim a.s. melalui Nabi Ismail. Mereka memperoleh wahyu Allah yang berisi ajaranajaran dan petunjuk ke arah bermacam-macam kebajikan, terutama menaati perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.

Di samping itu Allah juga mewahyukan kepada mereka agar mendirikan salat dan membayarkan zakat. Kedua macam ibadah ini disebutkan Allah secara khusus, sebab ibadah salat memiliki keistimewaan sebagai ibadah jasmaniah maupun sebagai sarana yang mengokohkan hubungan hamba dengan Tuhannya, sedang zakat mempunyai keistimewaan baik sebagai ibadah harta yang paling utama yang mempererat hubungan dengan sesama hamba, lebih-lebih bila diingat bahwa harta benda sangat penting kedudukannya dalam kehidupan manusia.

Kedua macam ibadah ini, walaupun harus dilengkapi dengan ibadah-ibadah lainnya, namun ia telah mencerminkan dua sifat utama pada diri manusia yaitu taat kepada Allah, dan kasih sayang kepada sesama manusia.

Akhirnya, pada ujung ayat ini Allah menerangkan bahwa keturunan Nabi Ibrahim itu adalah orang-orang yang beribadat kepada Allah semata-mata dengan penuh rasa khusyuk dan tawadu’.

Isi Kandungan Kosakata

Nāfilah نَافِلَة (al-Anbiyā’/21: 72)

Secara bahasa nāfilah berasal dari kata kerja nafala-yanfulu yang mempunyai beberapa makna, yaitu memberikan tambahan, memberikan harta rampasan perang. Sedangkan nāfilah dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang tidak diwajibkan untuk mengerjakannya (sunnah), cucu, harta rampasan perang, atau pemberian yang berlebih (tambahan). Dalam ayat ini, kata nāfilah dapat mencakup beberapa arti yang telah disebutkan, yaitu bahwa kata tersebut (nāfilah) secara gramatika bahasa berfungsi menjelaskan kata sebelumnya, yaitu Yakub. Dengan demikian, nāfilah berarti cucu, yakni cucu dari Nabi Ibrahim dari anaknya Ishak a.s. Selain itu, kata ini dapat pula diartikan sebagai tambahan dari keturunan Ibrahim a.s., selain Ishak dan Ismail.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto