Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 13 - Surat Al-Anfāl (Rampasan Perang)
الانفال
Ayat 13 / 75 •  Surat 8 / 114 •  Halaman 178 •  Quarter Hizb 18.5 •  Juz 9 •  Manzil 2 • Madaniyah

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ شَاۤقُّوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗۚ وَمَنْ يُّشَاقِقِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Żālika bi'annahum syāqqullāha wa rasūlah(ū), wa may yusyāqiqillāha wa rasūlahū fa innallāha syadīdul-‘iqāb(i).

(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.

Makna Surat Al-Anfal Ayat 13
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ketentuan yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya Nabi Muhammad; dan barang siapa terus menerus menentang Allah dan Rasul-Nya, sungguh, Allah sangat keras siksa-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan sebab-sebab kemenangan kaum Muslimin dan kekalahan kaum musyrikin, yaitu karena bantuan Allah yang diberikan kepada kaum Muslimin dalam menghadapi kaum musyrikin dan perjuangan mereka dilandasi kebenaran, yaitu menegakkan agama tauhid. Sedang kaum musyrikin menderita kekalahan karena mereka itu memusuhi Allah dan Rasul-Nya dan perjuangan mereka dilandasi kebaṭilan yaitu perjuangan-perjuangan mempertahankan berhala.

Allah swt memberikan ancaman keras kepada siapa saja yang menentang Allah dan Rasul-Nya, baik menantang hukum-hukumnya atau mengingkari nikmat yang diberikan kepada mereka, bahwa Allah akan memberikan siksaan kepada mereka. Permusuhan orang-orang musyrikin kepada Allah dan Rasul-Nya berupa tantangan mereka terhadap seruan Rasul pada saat menyampaikan dakwah Islamiyah. Pada waktu itu Rasulullah bukan hanya didustakan dan dihina, bahkan dia diusir dari negerinya sehingga beliau hijrah ke Medinah. Sedang mereka berpegang teguh kepada agama nenek moyang mereka, yaitu agama syirik dan pemujaan berhala. Setelah Nabi Muhammad saw berada di Medinah bersama para sahabatnya mereka berusaha melenyapkan kaum Muslimin dari muka bumi dan melenyapkan ajaran Islam. Maka pantaslah mereka diberi siksaan yang keras yaitu kekalahan mereka dalam Perang Badar dan siksaan Allah yang akan ditimpakan kepada mereka yaitu siksaan api neraka di akhirat nanti.

Isi Kandungan Kosakata

Tastagīṣūna تَسْتَغِيْثُوْ نَ (al-Anfāl/8: 9)

Kata tastagīṣūna berasal dari kata istagāṡa-yastagīṡu-ist igāṡatan, artinya berteriak “wa gauṡāh” (tolong!). Kata ini terambil dari kata gauṡ, atau gawāṡ, atau guwāṡ, yang artinya pertolongan. Kabilah dalam bahasa Arab juga disebut dengan kata gauṡ, karena para anggota kabilah saling tolong-menolong di antara sesama mereka. Kata ini juga memiliki akar gaiṡ yang berarti air hujan. Jadi, kata istigāṡah dengan akar gaiṡ ini berarti memohon hujan kepada Allah, seperti yang terdapat dalam surah al-Kahf ayat 29. Yang dimaksud di sini adalah meminta tolong dan berdoa kepada Allah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto