Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 68 - Surat Al-Anfāl (Rampasan Perang)
الانفال
Ayat 68 / 75 •  Surat 8 / 114 •  Halaman 185 •  Quarter Hizb 19.25 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

لَوْلَاكِتٰبٌ مِّنَ اللّٰهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيْمَآ اَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ

Lau lā kitābum minallāhi sabaqa lamassakum fīmā akhażtum ‘ażābun ‘aẓīm(un).

Seandainya tidak ada ketetapan terdahulu dari Allah,317) niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena (tebusan) yang kamu ambil.

Makna Surat Al-Anfal Ayat 68
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Namun begitu, Allah tetap menunjukkan belas kasih-Nya terhadap orang-orang yang beriman, dan ayat ini menjadi bukti kasih sayang-Nya. Sekiranya tidak ada ketetapan terdahulu dari Allah, yaitu bahwa Dia akan memaafkan hamba-Nya yang melakukan ijtihad dan ternyata salah, niscaya kalian ditimpa siksaan yang besar karena kalian telah mengambil keputusan yang salah melalui tebusan yang kalian ambil.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa tindakan kaum Muslimin menerima tebusan itu adalah tindakan yang salah. Kalau tidak karena ketetapan Allah yang telah ada sebelumnya bahwa Dia tidak akan menimpakan siksa kepada mereka karena kesalahan itu, tentulah mereka akan mendapat azab yang berat.

Mengenai yang dimaksud dengan “ketetapan Allah yang telah ada untuk menyelamatkan kaum Muslimin dari siksaan karena kekhilafan itu” para mufasir mengemukakan beberapa ayat di antaranya firman Allah:

وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُم ْ وَاَنْتَ فِيْهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْ نَ ٣٣

Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan. (al-Anfāl/8: 33)

Meskipun ayat ini mengenai kaum musyrikin, tetapi kaum Muslimin lebih berhak atas ketetapan itu. Sedang kaum musyrikin yang sesat dan durhaka dapat selamat dari siksaan Allah dengan keberadaan Nabi di kalangan mereka, apalagi kaum Muslimin yang taat dan setia selalu membantu Nabi dan selalu meminta ampunan kepada Allah, tentu mereka lebih pantas tidak ditimpa siksa yang berat itu. Firman Allah:

كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلٰى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَۙ اَنَّهٗ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوْۤءًاۢ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْۢ بَعْدِهٖ وَاَصْلَحَ فَاَنَّهٗ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ 54

Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-An‘ām/6: 54)

Isi Kandungan Kosakata

Asrā أَسْرٰﻯ (al-Anfāl/8: 67)

Lafal asrā adalah kata benda bentuk jamak, mufradnya asīr artinya tawanan. Ayat yang turun setelah selesai Perang Badar ini merupakan teguran kepada Nabi. Karena posisi kaum Muslimin yang masih sangat lemah dibanding dengan kekuatan kaum musyrikin Mekah, maka sebaiknya tidak perlu menawan musuh, tetapi peperangan diselesaikan di medan peperangan saja. Adanya tawanan perang pada saat itu menimbulkan banyak problem, karena para tawanan itu banyak juga yang merupakan kenalan baik atau bahkan masih ada hubungan kekeluargaan. Ada keinginan agar tawanan-tawanan itu dibebaskan saja, atau dibebaskan dengan tebusan, tetapi ada pula yang berkeinginan agar tawanan-tawanan itu dibunuh saja karena telah menjadi musuh yang berbahaya. Karena jika tawanan itu dibebaskan meskipun dengan tebusan yang mungkin bermanfaat untuk dana perjuangan, tetapi mereka telah melihat keadaan Medinah dan mengetahui potensi kaum Muslimin, sehingga lebih berbahaya dalam perang yang akan terjadi selanjutnya. Kalau hanya sekedar mengejar tebusan adalah sangat tidak seimbang dengan kerugian yang bakal terjadi. Demikianlah banyak problem yang ditimbulkan oleh adanya tawanan perang saat itu, sejak dari masalah psikologis, kebutuhan dana, efektivitas dana, sampai pada diketahuinya potensi dan strategi perjuangan oleh musuh.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto