Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 8 - Surat Al-Anfāl (Rampasan Perang)
الانفال
Ayat 8 / 75 •  Surat 8 / 114 •  Halaman 177 •  Quarter Hizb 18.5 •  Juz 9 •  Manzil 2 • Madaniyah

لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَۚ

Liyuḥiqqal-ḥaqqa wa yubṭilal-bāṭila wa lau karihal-mujrimūn(a).

agar Allah menetapkan yang benar (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik), walaupun para pendosa (musyrik) itu tidak menyukai(-nya).

Makna Surat Al-Anfal Ayat 8
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Juga, agar Allah memperkuat yang hak, kebenaran yang sempurna, yakni agama Islam dan menghilangkan yang batil, yaitu syirik dan segala hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, walaupun orang-orang yang berdosa, kaum musyrik dan musuh-musuh Islam itu tidak menyukainya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menjelaskan kepada kaum Muslimin bahwa kemenangan yang mereka peroleh itu tiada lain agar kebenaran agama Islam tegak menjulang dan lenyaplah kebaṭilan syirik dari muka bumi. Inilah tujuan utama yang harus dipilih kaum Muslimin pada waktu melakukan peperangan.

Tujuan untuk menegakkan agama Islam dan menghancurkan kemusyrikan itu tidak akan tercapai, kecuali apabila kaum Muslimin dapat mengalahkan bala tentara Quraisy yang datang dari Mekah dengan peralatan perang yang lengkap dengan tujuan menghancurkan kaum Muslimin.

Di akhir ayat Allah menegaskan bahwa tujuan untuk menegakkan agama Islam dan menghancurkan kemusyrikan itu pasti terwujud, betapapun sengitnya permusuhan dan kebencian orang-orang musyrikin.

Isi Kandungan Kosakata

Syaukah شَوْكَة (al-Anfāl/8: 7)

Kata syaukah berarti duri. Kata syajarun syāikun atau musywikah berarti pohon berduri. Kata syaukatul-’aqrab adalah penyengat kalajengking. Kata syaukah dalam ayat ini memiliki arti keberanian dan kekuatan perang. Kata ini hanya disebut satu kali di dalam Al-Qur’an. Yang dimaksud dari lafal gaira żātisy-syaukah di sini adalah kelompok yang tidak punya kekuatan senjata, yaitu kelompok kafilah dagang. Pada waktu Perang Badar, Rasulullah saw dan para sahabat keluar dari Medinah untuk mencegat kafilah dagang yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Mendengar berita tersebut, orang-orang Quraisy segera menyiapkan pasukan untuk menghadapi kaum Muslimin. Kondisi pada waktu itu lebih memungkinkan bagi kaum Muslimin untuk menghadapi kafilah dagang, namun Allah memerintahkan Rasulullah saw dan para sahabat berperang untuk menghabiskan kemusyrikan dari muka bumi ini.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto