Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 44 - Surat Al-Anfāl (Rampasan Perang)
الانفال
Ayat 44 / 75 •  Surat 8 / 114 •  Halaman 182 •  Quarter Hizb 19 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

وَاِذْ يُرِيْكُمُوْهُمْ اِذِ الْتَقَيْتُمْ فِيْٓ اَعْيُنِكُمْ قَلِيْلًا وَّيُقَلِّلُكُمْ فِيْٓ اَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِيَ اللّٰهُ اَمْرًا كَانَ مَفْعُوْلًا ۗوَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ ࣖ

Wa iż yurīkumūhum iżil-taqaitum fī a‘yunikum qalīlaw wa yuqallilukum fī a‘yunihim liyaqḍiyallāhu amran kāna maf‘ūlā(n), wa ilallāhi turja‘ul-umūr(u).

(Ingatlah) ketika Dia memperlihatkan mereka kepada kamu (orang-orang beriman), ketika kamu berjumpa dengan mereka (berjumlah) sedikit menurut penglihatan matamu dan Dia memperlihatkan kamu (berjumlah) sedikit dalam penglihatan mereka supaya Allah melaksanakan suatu urusan yang harus terjadi. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.

Makna Surat Al-Anfal Ayat 44
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah menjelaskan apa yang dilihat oleh Nabi dalam mimpi, maka pada ayat ini dijelaskan apa yang dilihat kaum muslim dengan mata kepala sendiri di medan perang. Ingatlah ketika Allah memperlihatkan mereka, orang-orang kafir, kepada kalian ketika kalian berjumpa dengan mereka seakan-akan berjumlah sedikit menurut penglihatan mata kalian di medan perang; dan kalian, wahai orang-orang mukmin, diperlihatkan-Nya seakan-akan berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka sebelum bertemu di medan pertempuran. Demikian itu karena Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan, sehingga tidak ada satu pun yang terlepas dari kehendak-Nya. Peristiwa Perang Badar seharusnya menguatkan mental dan keyakinan setiap orang mukmin bahwa Allah pasti menolong hamba-Nya yang memiliki keimanan yang benar, meski pertolongan itu datang dengan cara yang unik dan tidak masuk akal.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi agar mensyukuri nikmat-Nya, ketika Dia menampakkan musuh dalam jumlah yang sedikit pada penglihatan Nabi dan para sahabat, demikian pula Allah menampakkan jumlah tentara kaum Muslimin sedikit pada penglihatan mata musuhnya, agar kedua belah pihak maju perang dengan harapan dapat mencapai kemenangan. Kaum Muslimin berperang dengan penuh semangat karena hatinya penuh dengan keimanan dan kepercayaan atas janji Allah bahwa mereka akan mencapai kemenangan dan akan dibantu oleh malaikat. Orang-orang kafir maju ke depan karena terdorong oleh perasaan sombong dan menipu diri sendiri, sehingga Abu Jahal berkata, “Jumlah tentara Muhammad sedikit, cukup diberi makan dengan seekor unta saja.” Karena masing-masing golongan mempunyai harapan untuk menang, maka terjadilah pertempuran sengit yang berakhir sesuai dengan ketentuan Allah yaitu kemenangan di pihak kaum Muslimin.

Isi Kandungan Kosakata

Al-’Udwah اْلعُدْوَة (al-Anfāl/8: 42)

Kata ‘udwah adalah bentuk maṣdar atau kata jadian dari ‘adā-ya’dā-’adwan- udwah. Akar makna kata ini adalah tajāwuz wa munāfatil ilti’ām (melewati batas dan menghilangkan keserasian). Bila ia mengambil bentuk “berjalan”, maka arti kata al-’adwu adalah melangkahi. Bila ia mengambil bentuk “perasaan hati”, maka arti kata ini adalah permusuhan. Dari kata ini diambil kalimat dalam hadis lā ‘adwā, yang artinya: tidak ada penyakit yang menular kepada orang lain dengan sendirinya, tapi semuanya atas izin Allah.

‘Udwah dalam ayat yang sedang ditafsirkan ini memiliki arti tepi lembah. Tampaknya arti ini memiliki keserasian dengan akar maknanya, yaitu mengandung kesan dua sisi yang berseberangan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto