Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 49 - Surat Al-Anfāl (Rampasan Perang)
الانفال
Ayat 49 / 75 •  Surat 8 / 114 •  Halaman 183 •  Quarter Hizb 19 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

اِذْ يَقُوْلُ الْمُنٰفِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ غَرَّ هٰٓؤُلَاۤءِ دِيْنُهُمْۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Iż yaqūlul-munāfiqūna wal-lażīna fī qulūbihim maraḍun garra hā'ulā'i dīnuhum, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa innallāha ‘azīzun ḥakīm(un).

(Ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya berkata, “Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya.” (Allah berfirman,) “Siapa pun yang bertawakal kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Makna Surat Al-Anfal Ayat 49
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kaum munafik senantiasa menghina kaum mukmin yang tetap berangkat perang meski jumlah lawan jauh lebih banyak. Ingatlah, ketika orang-orang munafik di Madinah dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, yakni orang-orang Islam yang belum mantap keimanannya sehingga tidak ikut hijrah ke Madinah, berkata, ketika menyaksikan jumlah pasukan mukmin sangat sedikit dibanding jumlah pasukan kaum musyrik, “Mereka itu, orang-orang mukmin, ditipu oleh agamanya dengan tetap berperang. Mereka mengira hanya dengan bekal iman dan takwa akan memperoleh kemenangan.” Katakanlah, wahai Rasul, “Barang siapa bertawakal kepada Allah dengan disertai usaha yang sungguh-sungguh, maka ketahuilah bahwa Allah akan membela bahkan memberinya kemenangan, sebab Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah memperingatkan kaum Muslimin agar tidak terpengaruh oleh ucapan-ucapan yang dilontarkan musuh, ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya berkata, “Apakah gerangan yang mendorong sahabat-sahabat Muhammad untuk maju ke medan pertempuran di Badar, padahal jumlah mereka hanya sedikit, lebih kurang tiga ratus orang dan jumlah musuhnya banyak sekali, keberanian mereka tidak lain hanya karena ditipu oleh agamanya.” Allah membantah ucapan mereka dengan firman-Nya yang mengatakan, “Barang siapa yang tawakal kepada Allah dan beriman kepada-Nya dengan hati yang ikhlas dan teguh, maka Allah pasti memberikan pertolongan kepadanya dan tidak ada yang dapat mencegah kehendak Allah, karena Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

Isi Kandungan Kosakata

Gālib غَالِب (al-Anfāl/8: 48)

Kata gālib adalah ism fā’il dari kata galaba-yaglibu-galban-galaba n, yang artinya berkisar antara menguasai, mendominasi, dan mengalahkan/ menang. Kata syajarah galbā’ berarti pohon yang lebat. Sedangkan bentuk pasifnya, yaitu guliba, memiliki arti kalah atau dikalahkan. Jadi, kata gālib secara umum berarti yang menguasai, mendominasi, dan menang. Dalam Al-Qur’an, kata yang terambil dari kata galaba terdapat pada 31 tempat. Sebagian besar memiliki arti menang dan kalah, dan beberapa di antaranya memiliki arti menguasai (Al-Mu’minūn/23: 106); dan lebat atau dominan dengan pohon dalam ayat, “Kebun-kebun (yang) lebat,” (‘Abasa/80: 30)

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto