Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 73 - Surat Al-Anfāl (Rampasan Perang)
الانفال
Ayat 73 / 75 •  Surat 8 / 114 •  Halaman 186 •  Quarter Hizb 19.25 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۗ اِلَّا تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الْاَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيْرٌۗ

Wal-lażīna kafarū ba‘ḍuhum auliyā'u ba‘ḍ(in), illā taf‘alūhu takun fitnatun fil-arḍi wa fasādun kabīr(un).

Orang-orang yang kufur, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (untuk saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.

Makna Surat Al-Anfal Ayat 73
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung sebagian yang lain, yakni satu sama lain tolong-menolong dalam kebatilan dan bersekongkol untuk memusuhi kalian. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah untuk saling melindungi dan bahu-membahu dalam membela serta meninggikan agama Allah, pada satu sisi, dan tidak melakukan hubungan yang intensif dengan orang-orang kafir yang memusuhi kalian, pada sisi lain, niscaya akan terjadi kekacauan yang dahsyat di bumi dan kerusakan yang besar antara lain bocornya rahasia dan tercerai-berainya barisan kaum muslimin.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa semua orang kafir meskipun berlainan agama dan aliran, karena ada di antara mereka yang musyrik, Nasrani, Yahudi dan sebagainya, dan meskipun antara mereka sendiri terjadi perselisihan dan kadang-kadang permusuhan, mereka semua bisa menjadi kawan setia antara sesama mereka dalam berbagai urusan. Sebagian mereka menjadi pemimpin bagi yang lain bahkan kadang-kadang mereka sepakat untuk memusuhi dan menyerang kaum Muslimin seperti terjadi pada perang Khandaq. Pada waktu turunnya ayat ini, dapat dikatakan bahwa yang ada di Hijaz hanya kaum musyrikin dan Yahudi. Orang Yahudi sering mengadakan persekutuan dengan kaum musyrikin dan menolong mereka dalam memusuhi kaum Muslimin bahkan kerap kali pula mengkhianati perjanjian sehingga mereka diperangi oleh kaum Muslimin dan diusir dari Khaibar ke luar kota Medinah. Jadi kaum Muslimin harus menggalang persatuan yang kokoh dan janganlah sekali-kali mereka mengadakan janji setia dengan mereka atau mempercayakan kepada mereka mengurus urusan kaum Muslimin, karena hal itu akan membawa kepada kerugian besar atau malapetaka. Allah memperingatkan bila hal ini tidak diindahkah maka akan terjadilah fitnah dan kerusakan di muka bumi.

Isi Kandungan Kosakata

Hājarū هَاجَرُوْا (al-Anfāl/8: 72)

Lafal hājarū artinya mereka berhijrah, asal katanya yaitu: hājara-yuhājiru-hijratan. Hajara berarti meninggalkan, memutuskan, atau mengikat sesuatu dengan kuat. Makna yang pertama inilah yang dikehendaki oleh ayat ini. Dalam ayat 72 ini diterangkan bahwa orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad atau berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwa memperoleh derajat yang tertinggi dan mulia di sisi Allah. Berhijrah yang dimaksud pada ayat ini yaitu pindah dari Mekah ke Medinah untuk menyebarkan agama Islam dan membentuk komunitas muslim dan pemerintahan yang sesuai dengan tuntunan agama Islam. Orang yang hijrah dari Mekah ke Medinah disebut muhājir, bentuk jamaknya adalah muhājirīn, bersama orang-orang Anṣar yaitu penduduk asli Medinah yang masuk Islam pada masa Nabi masih hidup adalah merupakan sahabat-sahabat Nabi yang setia. Sebelum hijrah ke Medinah memang telah ada dua kali hijrah yaitu ke Habasyah dan ke Ṭaif. Tetapi keduanya tidak sukses seperti hijrah ke Medinah, sehingga oleh khalifah kedua yaitu Umar bin Khaṭṭab ditetapkan sebagai awal perhitungan kalender Islam dan disebut Tahun Hijriyah.

Pada saat itu, arti hijrah tidak lagi berpindah dari satu negeri ke negeri yang lain, karena hal itu telah berakhir dengan dibukanya kota Mekah oleh Nabi, tapi berpindah dari kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto