Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 15 - Surat Al-Anfāl (Rampasan Perang)
الانفال
Ayat 15 / 75 •  Surat 8 / 114 •  Halaman 178 •  Quarter Hizb 18.5 •  Juz 9 •  Manzil 2 • Madaniyah

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوْهُمُ الْاَدْبَارَۚ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā laqītumul-lażīna kafarū zaḥfan falā tuwallūhumul-adbār(a).

Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertemu orang-orang kafir yang akan menyerangmu, janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur).

Makna Surat Al-Anfal Ayat 15
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah ayat-ayat yang lalu menjelaskan dukungan Allah terhadap kaum muslim dan kemenangan yang dianugerahkan kepada mereka, pada ayat ini Allah menjelaskan hakikat kemenangan dan tugas mereka ketika menghadapi musuh. Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang menentang Allah dan Rasul-Nya dalam barisan yang akan menyerangmu dan mengancam keberada-anmu, maka janganlah kamu berbalik mundur membelakangi mereka, sehingga kalah. Tetaplah tegar menghadapi mereka, sebab Allah bersama kamu untuk memenangkanmu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menyeru orang-orang beriman bahwa apabila berhadapan dengan orang-orang kafir yang sedang datang menyerang, kaum Muslimin dilarang lari dari pertempuran.

Orang-orang kafir itu bergerak dari Mekah dengan membawa jumlah pasukan yang banyak. Mereka sengaja menemui kaum Muslimin yang sudah ada di Badar. Mereka sudah mengetahui rencana kaum Muslimin yang akan menghadang kafilah yang dipimpin Abu Sufyan dengan alasan melindungi perdagangan mereka. Mereka bergerak dari Mekah, padahal sebenarnya mereka berniat untuk memusnahkan kaum Muslimin. Itulah sebabnya, Allah swt melarang kaum Muslimin membelakangi mereka. Lebih-lebih melarikan diri dari pertempuran melawan mereka, meskipun mereka membawa bala tentara yang cukup banyak dan peralatan perang yang lengkap.

Yang dilarang adalah melarikan diri dari pertempuran, tanpa alasan yang dibenarkan karena takut menghadapi musuh. Sedangkan mundur untuk mengatur siasat, bukan termasuk dalam larangan yang dikandung ayat ini.

Isi Kandungan Kosakata

Balā’an ḥasanan بَلاَءً حَسَنًا (al-Anfāl/8: 17)

Kata balā’ terambil dari kata balā-yablū-balā’an-bali yyatan-balwan. Akar makna kata ini adalah mencari tahu. Kata ibtalaituhu fa’ablānī berarti aku meminta kabar darinya lalu ia mengabariku. Kalimat ablaitu fulānan yamīnan berarti aku menyelidiki kebenaran fulan dengan sumpah. Makna demikian terdapat dalam ayat, “Pada hari ditampakkan segala rahasia.” (aṭ-Ṭariq/86: 9) Ujian yang diberikan Allah kepada seorang hamba disebut balā’ karena ujian ini menarik berita apakah seorang hamba tetap istiqamah di jalan Allah atau tidak. Kata balā’ berkaitan dengan ujian baik (nikmat) dan ujian buruk (bencana).

Kata balā’ dengan berbagai derivasinya di dalam Al-Qur’an lebih banyak diartikan ujian. Namun ada beberapa kata balā’ yang memiliki arti berbeda, seperti arti nikmat (al-Baqarah/2: 49), menerima bala/merasakan balasan (Yūnus/10: 30). Yang dimaksud dengan kata balā’an hasanan di sini adalah mati syahid dan luka-luka yang dialami kaum Muslimin.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto