۞ وَاِذَا صُرِفَتْ اَبْصَارُهُمْ تِلْقَاۤءَ اَصْحٰبِ النَّارِۙ قَالُوْا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ ࣖ
Wa iżā ṣurifat abṣāruhum tilqā'a aṣḥābin-nāri qālū rabbanā lā taj‘alnā ma‘al-qaumiẓ-ẓālimīn(a).
Apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama kaum yang zalim itu.”
Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka takut dan berkata dengan penuh kekhawatiran, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang zalim itu.”
Ayat ini menerangkan, bila penghuni A‘rāf ini mengalihkan pandangannya ke arah penghuni neraka, timbullah ketakutan mereka, lalu memohon kepada Allah agar mereka jangan dimasukkan bersama orang-orang yang zalim itu ke dalam neraka. Sedangkan melihat penghuni surga adalah kesenangan dan kesukaan mereka. Karena itu ketika mereka melihat surga mengucapkan salam sejahtera, karena kerinduan hati mereka melihat kesenangan yang ada di dalamnya. Jadi maksud ayat ini adalah menumbuhkan rasa takut dan gentar kepada penghuni A‘rāf itu, agar dapat dijadikan pelajaran bagi manusia untuk berhati-hati agar jangan mengerjakan pekerjaan yang dapat mendatangkan dosa.
A‘rāf اَعْرَافُ (al-A‘rāf/7: 46)
Kata ini bentuk jamak dari ‘urf yaitu tempat yang tertinggi dari sesuatu. Kata ‘urf bisa terkait dengan sesuatu yang hissi (bisa dilihat) seperti al-A‘rāf. Jengger pada ayam jago juga disebut ‘urf karena ia berada di bagian teratas dari badannya. Rambut yang ada dileher kuda juga disebut ‘urf. Kata yang satu akar dengan ‘urf adalah ‘arf yang berarti wewangian, karena benda itu baunya sehingga diketahui oleh orang banyak. Disamping untuk sesuatu yang ḥissi, digunakan juga untuk yang maknawi seperti kata ‘Irfān yaitu pengetahuan, karena pengetahuan pada mulanya tersembunyi kemudian muncul dan menjadi jelas. Begitu juga dengan Ma’rūf artinya kebaikan, karena hal itu sudah diketahui oleh orang banyak. Sementara Ibn Fāris mengembalikan akar kata (ع- ر- ف) pada arti ketenangan (Sakīnah, ṭuma’nīnah). Contohnya ma’rūf (kebaikan) atau ‘arf (wewangian) yang membikin orang tenang, kebalikan ma’rūf adalah mungkar.






































