Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 129 - Surat Al-A‘rāf (Tempat Tertinggi)
الاعراف
Ayat 129 / 206 •  Surat 7 / 114 •  Halaman 165 •  Quarter Hizb 17.25 •  Juz 9 •  Manzil 2 • Makkiyah

قَالُوْٓا اُوْذِيْنَا مِنْ قَبْلِ اَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْۢ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۗقَالَ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ ࣖ

Qālū ūżīnā min qabli an ta'tiyanā wa mim ba‘di mā ji'tanā, qāla ‘asā rabbukum ay yuhlika ‘aduwwakum wa yastakhlifakum fil-arḍi fa yanẓura kaifa ta‘malūn(a).

Mereka (kaum Musa) berkata, “Kami telah ditindas (oleh Fir‘aun) sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang.” (Musa) menjawab, “Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu penguasa di bumi lalu Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu.”

Makna Surat Al-A‘raf Ayat 129
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Meski Nabi Musa telah membesarkan hati mereka dan menyampaikan janji pertolongan Allah, kaumnya masih saja menyampaikan keluhan. Dengan nada mengeluh dan sedih, mereka kaum Nabi Musa berkata, “Dulu kami telah ditindas oleh Fir'aun dan rezimnya dengan membunuh, menindas dan melecehkan kami sebelum engkau datang sebagai utusan Tuhan kepada kami, dan kini setelah engkau datang sebagai utusan-Nya kami pun dianiaya juga, lalu kapan kita akan menang, sebab keadaan semakin memburuk.” Untuk memberi harapan dan menanamkan optimisme kepada kaumnya, Nabi Musa menjawab, “Mudah-mudahan dengan karunia-Nya, berkat keteguhan dan kesabaran kamu, Tuhanmu membinasakan musuhmu yang telah menghina dan menyiksa kamu dengan zalim dan Tuhanmu akan menjadikan kamu khalifah penguasa di bumi; lalu sebagai bentuk ujian, Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu setelah penobatan kamu sebagai khalifah-Nya: adakah kamu mensyukuri nikmat-nikmat-Nya, atau malah mengingkari-Nya? Adakah kamu akan memakmurkan bumi atau merusaknya? Dengan ukuran itulah Allah akan membalas segala perbuatan kalian, di dunia dan di akhirat.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Bani Israil mengeluh kepada Musa a.s, bahwa nasib mereka sama saja, baik sebelum kedatangan Musa a.s, untuk menyeru mereka kepada agama Allah dan melepaskan mereka dari perbudakan Fir‘aun maupun sesudahnya. Mereka merasa tidak mendapat faedah dari kedatangan Nabi Musa as itu. Dahulu mereka diazab dan diperbudak oleh Fir‘aun, anak-anak mereka dibunuh, mereka disuruh kerja paksa, sekarang pun demikian. Keluhan ini menunjukkan kekerdilan jiwa dan kelemahan daya juang dan tidak adanya kesabaran pada mereka.

Mendengar keluhan ini, maka Nabi Musa berkata, “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuh kamu dan menjadikan kamu khalifah di bumi, maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu,” maksudnya: meskipun yang terjadi demikian akan tetapi harapan bahwa Allah akan membinasakan musuh-musuhmu, dan menjadikan kamu berkuasa di bagian bumi yang telah dijanjikan Tuhanmu harus tetap ada.

Di dalam ucapan kepada kaumnya, Nabi Musa as memakai ungkapan “mudah-mudahan.” Ia memakai ungkapan tersebut untuk tidak memastikan datangnya pertolongan dan rahmat Allah kepada mereka. Sebab andaikata ia menggunakan ungkapan yang memastikan, boleh jadi umatnya akan mengabaikan kewajiban-kewajiban yang perlu mereka lakukan untuk memperoleh pertolongan Allah, karena pertolongan Allah kepada hamba-Nya tidaklah diberikan begitu saja, melainkan tergantung kepada usaha-usaha yang dilakukan umat yang bersangkutan, misalnya kesungguhan, disiplin, persatuan, dan sebagainya.

Isi Kandungan Kosakata

al-Qāhir اَلْقاَهِر jamak القَاهِرُوْنَ (al-A‘rāf/7: 127)

Artinya sifat perkasa, menaklukkan, mengalahkan atau berkuasa atas seseorang atau sesuatu; القاَهِر salah satu sifat Allah; القهّار bentuk مبالغة dari القاَهِر, penekanan yang mutlak yang hanya ada pada Allah, tak dapat dipakai untuk yang lain; Mahakuasa, Mahaperkasa. Latar belakangnya, karena orang Mesir masih menganut kepercayaan bermacam-macam tuhan, mereka menyembah Apis, Osiris, Baalzebub dan sebagainya, sekarang akan dirusak oleh Musa, maka Firaun yang merasa dirinya tuhan yang sangat berkuasa, segera menegaskan, bahwa dia lebih berkuasa dari mereka semua. Oleh karena itu ia berkata ia berkuasa, seperti dulu yang sudah mengeluarkan perintah, bahwa semua bidan di Mesir harus membunuh bayi laki-laki Israil dan membiarkan hidup anak-anak perempuan, dan dia pula yang kemudian mengumumkan, bahwa dia tuhan yang tertinggi (an-Nāzi’āt/79: 24).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto