الۤمّۤصۤ ۚ
Alif lām mīm ṣād.
Alif Lām Mīm Ṣād.
Alif, Laam, Mim, sad. Huruf-huruf abjad pada permulaan surah ini mengisyaratkan kemukjizatan Al-Qur'an. Beberapa surah dalam Al-Qur'an, memang, dibuka dengan huruf abjad seperti , Alif Lam mim, Alif Lam Ra, Alif, Lam, Mim, Sad, dan sebagainya. Makna huruf-huruf itu hanya Allah yang tahu. Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah nama surah dan ada pula yang berpendapat bahwa gunanya untuk menarik perhatian, atau untuk menunjukkan mukjizat Al-Qur'an, karena Al-Qur'an disusun dari rangkaian huruf-huruf abjad yang digunakan dalam bahasa bangsa Arab sendiri. Meskipun demikian, mereka tidak pernah mampu untuk membuat rangkaian huruf-huruf itu menjadi seperti Al-Qur'an.
Mengenai tafsir ayat “Alif Lām Mīm Ṣād”, lihat jilid I Al-Qur′an dan Tafsirnya tentang tafsir permulaan surah dengan huruf-huruf hijaiyah.
1. Ṣadruka صَدْرُكَ (al-A‘rāf/7: 2)
Kata ṣadr adalah maṣdar dari kata ṣadara – yaṣduru – ṣadran yang berarti muncul. Bentuk jamaknya adalah ṣudūr. Akar makna ṣadr adalah bagian paling atas atau paling pertama dari setiap sesuatu. Karena itu, orang Arab biasa mengatakan ṣadrul-lail yang berarti awal malam. Setiap sesuatu yang berhadapan dengan anda juga disebut ṣadr. Karena itulah dada manusia disebut kata ṣadr, karena dada-lah yang berhadapan dengan orang lain saat ia berjumpa.
2. Tażakkarūn تَذَكَّرُوْنَ (al-A‘rāf/7: 3)
Kata tażakkarūn adalah fi’il muḍari’ dari kata tażakkur. Akar katanya adalah ذ- ك- ر yang berarti mengalirnya sesuatu di lidah, atau lawan dari kata lupa. Makna tażakkara berkisar antara mengingat-ingat dan mengambil pelajaran. Kata tażakkara berikut derivasinya banyak disebutkan dalam Al-Qur’an dengan makna yang berkisar pada dua makna tersebut. Di antaranya adalah firman Allah, “Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).” (Gāfir/40: 13)









































