Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 98 - Surat Al-A‘rāf (Tempat Tertinggi)
الاعراف
Ayat 98 / 206 •  Surat 7 / 114 •  Halaman 163 •  Quarter Hizb 17 •  Juz 9 •  Manzil 2 • Makkiyah

اَوَاَمِنَ اَهْلُ الْقُرٰٓى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَّهُمْ يَلْعَبُوْنَ

Awa amina ahlul-qurā ay ya'tiyahum ba'sunā ḍuḥaw wa hum yal‘abūn(a).

Atau, apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari siksa Kami yang datang pada waktu duha (waktu menjelang tengah hari) ketika mereka sedang bermain?

Makna Surat Al-A‘raf Ayat 98
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Karena boleh jadi ada yang menduga bahwa jika tidak dalam keadaan tidur boleh jadi mereka dapat menghindar, maka selanjutnya dikemukakan, “Atau apakah penduduk negeri itu mengira bahwa mereka merasa aman sehingga tidak khawatir dari kedatangan siksaan Kami yang datang pada pagi hari di waktu matahari naik sepenggalah ketika mereka sedang bermain dan melakukan hal-hal yang jauh dari keimanan?”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, sekali lagi Allah mencela tingkah-laku orang-orang yang ingkar, yaitu mereka tampak tidak mempunyai kekhawatiran tentang kemungkinan datangnya azab Allah ketika mereka dalam keadaan lalai.

Dengan firman ini Allah memperingatkan mereka bahwa azab-Nya mungkin saja menimpa mereka ketika mereka sedang lalai baik pada waktu tidur pagi hari, maupun pada waktu mereka asyik berfoya-foya, sehingga mereka tidak akan sempat lagi mempersiapkan diri untuk keselamatan mereka. Oleh sebab itu, sebaiknya mereka insaf dan waspada terhadap azab Allah, apalagi mereka telah mendengar seruan rasul dan nasihat-nasihat yang diberikan kepada mereka untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Isi Kandungan Kosakata

Ahlul-qurāأَهْلُ الْقُرَى (al-A‘rāf/7: 96)

, القرية , قرى qaryah, kota besar yang lebih kecil dari madïnah, jamak qurā. ahlul-qurā, harfiah berarti “penduduk kota-kota” terdapat pada beberapa ayat dalam Al-Qur’an. Dalam Surah ini dimulai dari kisah Syu’aib as. (7: 85-93). Pada ayat 94-99 “penduduk kota-kota” disebutkan secara umum, tidak menyebut nama kota-kota tertentu. Di kalangan para mufasir banyak yang berpendapat, bahwa kota-kota itu ada pada masa Nuh, ‘Äd, Samüd, Lüṭ dan Syu’aib, yang dilukiskan sebagai ‘ibrah, sebagai pelajaran, walaupun ada juga sebagian mufasir yang berpendapat, bahwa ahl al-qurā yang dimaksud dalam ayat 96 itu adalah kota Mekah dan sekitarnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto