فَلَمَّآ اٰتٰىهُمَا صَالِحًا جَعَلَا لَهٗ شُرَكَاۤءَ فِيْمَآ اٰتٰىهُمَا ۚفَتَعٰلَى اللّٰهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Falammā ātāhumā ṣāliḥan ja‘alā lahū syurakā'a fīmā ātāhumā, fa ta‘ālallāhu ‘ammā yusyrikūn(a).
Kemudian, setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka menjadikan sekutu bagi Allah300) dalam (penciptaan) anak yang telah Dia anugerahkan kepada mereka. Maka, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Maka setelah Dia, yakni Allah memberi keduanya seorang anak yang sempurna, mereka menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu, yakni mereka tidak bersyukur. Orang-orang musyrik menjadikan sekutu bagi Tuhan dalam menciptakan anak itu, yaitu bahwa kelahiran anak mereka itu bukan semata-mata karunia Allah, tetapi juga atas berkat berhala-berhala yang mereka sembah. Karena itulah mereka menamakan anak-anak mereka dengan 'Abdul 'Uzza, 'Abdul Manat, Abdusy Syam dan sebagainya. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Allah memperkenankan doa kedua suami-isteri itu dengan menganugerahkan anak yang saleh kepada keduanya. Tetapi kemudian mereka tidaklah bersyukur kepada Allah atas nikmat itu, bahkan mereka menisbahkan anak yang saleh itu kepada berhala-berhala dengan mengatakan bahwa anak itu hamba dari patung-patung, atau mereka hubungkan anak itu kepada binatang-binatang atau kepada alam. Mereka tidak mengatakan anak itu sebagai anugerah Allah. Oleh karena itu mereka tidak bersyukur kepada Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan.
Ja’ala جَعَلَ (al-A‘rāf /7: 189)
Ja`ala merupakan kata kerja dalam bentuk māḍī (lampau), yang bentuk sekarang atau yang akan datang (muḍari`) adalah yaj’alu. Makna dari kata kerja ini adalah menjadikan atau mewujudkan sesuatu dari bahan yang telah ada sebelumnya sambil menekankan bahwa yang wujud itu sangat bermanfaat dan harus diraih faedahnya. Manfaat itu terutama diciptakan untuk manusia, karena seluruh makhluk yang ada di alam ini diadakan untuk kesejahteraan manusia. Karena itu, manusia harus dapat meraih manfaat dari segala yang ada. Selain ja`ala, kata yang hampir sama maknanya adalah khalaqa. Namun demikian, antara keduanya tetap ada perbedaan. Khalaqa maknanya mencipta. Dalam kata ini terkesan bahwa terciptanya sesuatu itu melalui bahan yang telah ada sebelumnya atau yang belum ada. Selain itu, pada kata ini juga terkesan bahwa wujud yang tercipta itu sangat hebat, dan akan menjadi lebih hebat lagi bila Allah yang mewujudkannya.















































