اَيُشْرِكُوْنَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْـًٔا وَّهُمْ يُخْلَقُوْنَۖ
Ayusyrikūna mā lā yakhluqu syai'aw wa hum yukhlaqūn(a).
Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu (berhala) yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun, padahal ia (berhala) sendiri diciptakan?
Begitu banyak bukti-bukti keagungan, ketinggian, dan kesucian Allah dari segala kekurangan dan sekutu, lalu mengapa mereka terus berada dalam kesesatan dan selalu mempersekutukan Allah dengan sesuatu berhala yang tidak dapat menciptakan dan melakukan sesuatu apa pun? Padahal berhala itu sendiri diciptakan oleh manusia.
Kemudian Allah dalam ayat ini mencela keras sikap, pikiran dan tingkah laku orang-orang yang menyembah berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun walaupun hanya benda-benda yang rendah nilainya, karena berhala-berhala itu sendiri dibikin oleh tangan manusia. Tidaklah wajar bagi orang-orang yang punya pikiran menjadikan berhala itu sebagai sembahan, baik dia dipandang sebagai sekutu Allah dalam menerima ibadah ataupun sebagai perantara antara manusia dengan Allah. Sebab segala pujian atau sembahan kepada selain Allah sedikitpun tidak ada faedahnya. Firman Allah swt:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ يَّخْلُقُوْا ذُبَابًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ۗوَاِنْ يَّسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْـًٔا لَّا يَسْتَنْقِذُوْ هُ مِنْهُۗ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوْب ُ ٧٣
Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka. Mereka tidak dapat merebut kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah. (al-Ḥajj/22: 73)
Ja’ala جَعَلَ (al-A‘rāf /7: 189)
Ja`ala merupakan kata kerja dalam bentuk māḍī (lampau), yang bentuk sekarang atau yang akan datang (muḍari`) adalah yaj’alu. Makna dari kata kerja ini adalah menjadikan atau mewujudkan sesuatu dari bahan yang telah ada sebelumnya sambil menekankan bahwa yang wujud itu sangat bermanfaat dan harus diraih faedahnya. Manfaat itu terutama diciptakan untuk manusia, karena seluruh makhluk yang ada di alam ini diadakan untuk kesejahteraan manusia. Karena itu, manusia harus dapat meraih manfaat dari segala yang ada. Selain ja`ala, kata yang hampir sama maknanya adalah khalaqa. Namun demikian, antara keduanya tetap ada perbedaan. Khalaqa maknanya mencipta. Dalam kata ini terkesan bahwa terciptanya sesuatu itu melalui bahan yang telah ada sebelumnya atau yang belum ada. Selain itu, pada kata ini juga terkesan bahwa wujud yang tercipta itu sangat hebat, dan akan menjadi lebih hebat lagi bila Allah yang mewujudkannya.












































