وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ ࣖ
Wa ilāhukum ilāhuw wāḥid(un), lā ilāha illā huwar-raḥmānur-raḥīm(u).
Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak berbilang; tidak ada tuhan yang disembah dengan hak selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
Allah Tuhan yang Maha Esa, yang Maha Pemurah, Maha Penyayang. Dialah yang berhak disembah dan tidak boleh mempersekutukan-Nya dengan menyembah berhala-berhala dan lain sebagainya, seperti yang dilakukan oleh sebagian Ahli Kitab, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:
اِتَّخَ ُوْٓا اَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُم ْ اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَۚ وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوْٓا اِلٰهًا وَّاحِدًاۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ سُبْحٰنَهٗ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ ٣١ (التوبة)
Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan. (at-Taubah/9: 31).
Dialah yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, yang sangat luas dan banyak rahmat-Nya dan tidak boleh meminta pertolongan (dalam hal-hal yang di luar kesanggupan kodrat manusia) kecuali kepada-Nya, karena meminta rahmat dan pertolongan kepada selain-Nya adalah syirik dan berarti mengakui adanya kekuatan selain dari kekuasaan-Nya.
al-Khalq اَلْخَلْق (al-Baqarah/2: 164)
Al-Khalq arti asalnya adalah “ketentuan yang tepat dan benar” (at-taqdīr al-mustaqīm). Al-Khalq berarti “menciptakan sesuatu yang belum pernah ada”, oleh sebab itu, kata al-khalq hanya dinisbatkan kepada Allah swt. Jika ada kata al-khalq dinisbatkan kepada manusia sebagaimana pada surah al-Mu’minūn, maka Allah di sini ingin menunjukkan bahwa Allah lah Pencipta yang paling baik di antara para pencipta itu. Kata al-khalq terkait dengan ciptaan bentuk lahiriah sesuatu yang bisa dirasakan oleh panca indera.
Penciptaan langit dan bumi disebutkan dalam ayat ini dengan maksud menunjukkan bukti-bukti eksistensi dan keesaan Allah swt, sekaligus berisi kecaman terhadap perbuatan orang-orang yang menyekutukan Allah. Ayat ini turun sesudah ayat sebelumnya yang menyebutkan balasan terhadap orang-orang yang menutupi eksistensi Allah dan keesaannya.









































