خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۚ لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُوْنَ
Khālidīna fīhā, lā yukhaffafu ‘anhumul-‘ażābu wa lā hum yunẓarūn(a).
Mereka kekal di dalamnya (laknat). Tidak akan diringankan azab dari mereka, dan mereka tidak diberi penangguhan.
Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir akan mendapat empat macam pembalasan. Pertama, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya; kedua, mereka kekal di dalamnya, di dalam laknat itu, dan karenanya mereka akan masuk neraka untuk selamanya; ketiga, mereka tidak akan diringankan azabnya; dan keempat, mereka tidak diberi penangguhan sebagaimana pada saat mereka di dunia.
(161, 162) Orang-orang kafir, termasuk para Ahli Kitab yang tidak bertobat, kemudian mati dalam kekafiran, mereka tetap mendapat laknat Allah, malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam neraka, tidak akan diringankan siksaan mereka dan tidak akan ditangguhkan. Demikian nasib mereka kelak pada hari kiamat, tidak ada kesempatan lagi untuk bertobat dan mengerjakan amal saleh, dan andaikata mereka sanggup memberikan emas sebesar bumi untuk menebus kesalahan mereka, pasti tidak akan diterima Allah sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَمَاتُوْا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْ اَحَدِهِمْ مِّلْءُ الْاَرْضِ ذَهَبًا وَّلَوِ افْتَدٰى بِهٖۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ وَّمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ ࣖ ۔ ٩١ (اٰل عمران)
Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong. (Āli ‘Imrān/3: 91)
Yal‘anu يَلْعَنُ (al-Baqarah/2: 159)
Asal kata yal‘anu adalah al-la‘n artinya “mengusir dan menjauhkan suatu atau seseorang akibat perbuatan yang menimbulkan kemarahan”. Orang yang mendapat laknat Allah berarti ia dijauhkan dari rahmat-Nya disertai dengan kemurkaan Allah di dunia dan hukuman neraka di akhirat kelak. Laknat Allah pada ayat ini berarti terputusnya rahmat dan taufik-Nya disertai kemarahan Allah atas orang-orang yang menyembunyikan hidayah Al-Qur’an ketika mereka membaca kitab Taurat, sedangkan laknat Allah di akhirat adalah azab neraka. Laknat bisa juga datang dari manusia yang berarti kutukan seseorang kepada orang lain yang berbuat kejahatan, sedangkan yang dimaksud dengan al-lā‘inūn dalam ayat ini adalah orang-orang yang taat kepada Allah, yang mengutuk kejahatan orang-orang yang menutupi kebenaran Al-Qur’an, mereka marah karena mereka menganggap orang-orang kafir itu telah melakukan kemungkaran yang harus dicegah agar manusia lainnya tidak terhalang dari hidayah Allah.










































