Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 250 - Surat Al-Baqarah (Sapi)
البقرة
Ayat 250 / 286 •  Surat 2 / 114 •  Halaman 41 •  Quarter Hizb 4.75 •  Juz 2 •  Manzil 1 • Madaniyah

وَلَمَّا بَرَزُوْا لِجَالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ قَالُوْا رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ۗ

Wa lammā barazū lijālūta wa junūdihī qālū rabbanā afrig ‘alainā ṣabraw wa ṡabbit aqdāmanā wanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn(a).

Ketika mereka maju melawan Jalut dan bala tentaranya, mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan menangkanlah kami atas kaum yang kafir.”

Makna Surat Al-Baqarah Ayat 250
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan ketika saat yang mencekam semakin dekat, mereka, yakni kelompok kecil namun didukung keimanan yang kuat, terus maju untuk melawan Jalut dan tentaranya, meski mereka tahu benar kekuatan mereka tidak sebanding dengan kekuatan tentara Jalut. Untuk menguatkan mental, mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami untuk menghadapi situasi yang berat ini; kukuhkanlah langkah kami di medan perang ini; dan tolonglah kami untuk menghadapi dan mengalahkan orang-orang kafir.” Cerita ini memberi kita beberapa pelajaran dalam menghadapi situasi yang berat dan sulit. Pertama, berani menghadapi dengan penuh kesabaran. Kedua, mempersiapkan apa saja yang memungkinkan untuk memantapkan langkah. Ketiga, berdoa untuk menguatkan mental.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ketika raja Ṭalut beserta tentaranya telah berhadap-hadapan dengan raja Jalut dan tentaranya, dan menyaksikan betapa banyaknya jumlah musuh dan perlengkapan yang serba sempurna, mereka berdoa kepada Allah agar dilimpahkan iman ke dalam hati mereka, sabar dan tawakal pada Allah dan agar Allah menolong mereka mengalahkan musuh-musuhnya yang menyembah berhala itu.

Isi Kandungan Kosakata

Tābūt تَابُوْت (al-Baqarah/2: 248)

Tābūt berasal dari bahasa asing (bukan bahasa Arab) yang diarabkan artinya “peti syahadat”, atau “tabut perjanjian”, Ark of the Covenant, benda yang paling suci dalam agama Yahudi, berisi dua keping batu bertuliskan Sepuluh Perintah Tuhan (Ten Commandments).

Tābūt adalah sebuah peti terbuat dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya, dan dibalut dengan emas murni; dibingkai dengan emas dan dituang empat gelang emas, dipasang pada empat penjuru Tabut, dilengkapi dengan kayu pengusung yang dimasukkan ke dalam gelang, dan harus tetap tinggal dalam gelang itu. Demikian menurut Kitab Keluaran 25:1-20, diawali dengan perintah Tuhan kepada Musa, bahwa orang Israel “… harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka …”

Ayat 246 sebelumnya menyebutkan bahwa ada seorang nabi sesudah Musa, yang menurut anggapan ahli kitab orang ini adalah Samuel. Orang-orang Filistin—sebuah suku bangsa purba yang sudah punah menyerang dan menghancurkan mereka. Sebaliknya daripada bertawakal kepada Allah dan berpegang teguh pada keberanian dan persatuan, pihak Israel mengarak Tabut keluar, benda milik mereka yang paling suci, supaya dapat menolong mereka dalam peperangan. Tetapi musuh dapat menaklukkan Israel dan membawa Tabut itu dan menahannya selama tujuh bulan. Setelah itu dikembalikan kepada mereka. Orang-orang Filistin itu kemudian ditaklukkan oleh Samuel (I Samuel vii. 2-7).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto