Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 244 - Surat Al-Baqarah (Sapi)
البقرة
Ayat 244 / 286 •  Surat 2 / 114 •  Halaman 39 •  Quarter Hizb 4.75 •  Juz 2 •  Manzil 1 • Madaniyah

وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Wa qātilū fī sabīlillāhi wa‘lamū annallāha samī‘un ‘alīm(un).

Berperanglah kamu di jalan Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Makna Surat Al-Baqarah Ayat 244
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Usai menjelaskan bahwa kematian pasti akan tiba, pada ayat ini Allah mengikutinya dengan penjelasan tentang salah satu sebab kematian, yakni terbunuh dalam peperangan. Dan berperanglah kamu di jalan Allah ketika situasi menuntut demikian, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar apa yang kamu katakan, Maha Mengetahui apa yang kamu sembunyikan dalam hati, seperti keinginan untuk tidak turut berperang.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Orang yang beriman hendaklah bangkit ke medan pertempuran untuk menjunjung tinggi kalimah Allah, mengamankan dakwah, dan menyebarkan agama. Kaum penegak kebenaran pasti akan mendapat kemenangan. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui terhadap siapa yang pergi ke medan pertempuran dengan niat membela agama. Demikian juga Dia mengetahui orang-orang yang mengkhianati perjuangan.

Dalam ayat ini, Allah menyuruh agar kita berperang menegakkan kebenaran. Peperangan ini mempunyai 2 macam strategi yaitu bertahan dan menyerang. Strategi bertahan ialah mengatur dan memperkuat umat Islam dalam segala bidang sehingga disegani oleh musuh dan terciptalah suasana aman dan tenteram. Strategi menyerang ialah berperang menghadapi musuh yang mengganggu ketertiban umat serta menjaga kehormatan bangsa dengan sebaik-baiknya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mendengar segala sesuatu.

Isi Kandungan Kosakata

Qarḍ قَرْض (al-Baqarah/2: 245)

Qarḍ merupakan bentuk masdar yang berasal dari kata kerja qaraḍa-yaqriḍu yang artinya “memutus”, “meninggal”, “membolehkan”, “mengatakan”, atau “memakan”. Dalam konteks ayat di atas, qarḍ diartikan dengan “pinjaman”. Sedang pada tinjauan bahasa Al-Qur’an, kata tersebut pada mulanya bermakna memutus atau memotong sesuatu dengan gigi, seperti tikus yang memotong kayu dengan giginya. Asal kata ini memberikan kesan bahwa pinjaman yang diberikan itu dilakukan dalam keadaan jiwa yang sedang mengalami kesulitan. Di sisi lain, pada saat seseorang menggigit sesuatu, jelas ia mengharapkan hasil yang memuaskan dari upayanya itu. Karenanya, seorang pakar tafsir mendefinisikan qarḍ sebagai segala sesuatu yang dilakukan dengan mengharapkan imbalan. Selanjutnya, karena yang diberi pinjaman itu Allah, maka bila kita semua percaya kepada-Nya, pasti kita percaya pula bahwa pinjaman itu tidak akan hilang, bahkan akan mendapat imbalan yang wajar. Dengan demikian, barang siapa yang meminjamkan (dalam arti berbuat) kebaikan kepada (jalan) Allah, pasti ia akan mendapatkan balasan kebaikan. Sebab Tuhan tidak akan mengabaikan mereka yang berbuat kebaikan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto