Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 7 - Surat Al-Furqān (Pembeda)
الفرقان
Ayat 7 / 77 •  Surat 25 / 114 •  Halaman 360 •  Quarter Hizb 36.75 •  Juz 18 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَقَالُوْا مَالِ هٰذَا الرَّسُوْلِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِيْ فِى الْاَسْوَاقِۗ لَوْلَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُوْنَ مَعَهٗ نَذِيْرًا ۙ

Wa qālū mā lihāżar-rasūli ya'kuluṭ-ṭa‘āma wa yamsyī fil-aswāq(i), lau lā unzila ‘alaihi malakun fa yakūna ma‘ahū nażīrā(n).

Mereka berkata, “Mengapa Rasul (Nabi Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersama dia,

Makna Surat Al-Furqan Ayat 7
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan orang-orang kafir tidak merasa cukup dengan menuduh Al-Qur’an sebagai hasil karya Nabi Muhammad. Mereka juga berkata, “Mengapa pria yang mengaku Rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar untuk mencari rezeki seperti halnya kita? Kalaulah rasul itu manusia, mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya agar malaikat itu memberikan peringatan bersama dia sehingga kita mengetahui kebenaran perkataannya,

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Orang-orang kafir mengatakan bahwa tidak mungkin Muhammad itu menjadi Rasul karena tidak terdapat padanya tanda-tanda bahwa dia diangkat menjadi Rasul. Dia hanyalah orang biasa seperti mereka bahkan jika dilihat bagaimana kehidupannya tambah nyatalah bahwa dia berbohong mendakwahkan dirinya sebagai Rasul karena dia sama dengan mereka bahkan sebagai manusia dia lebih rendah kedudukannya dan lebih miskin dari mereka. Kritik-kritik itu dapat disimpulkan, sebagai berikut:

1. Mereka berkata, “Kenapa Muhammad itu makan minum juga seperti manusia biasa dan tidak ada kelebihannya sedikit pun dari kita, tidak akan mungkin dia berhubungan dengan Tuhan. Orang yang dapat berhubungan dengan Tuhan hanya orang-orang yang jiwanya suci dan tinggi sehingga tidak mementingkan makan dan minum lagi.”

2. Mengapa tidak diturunkan malaikat bersamanya yang dapat menjadi bukti bagi kerasulannya dan membantunya dalam memberi peringatan dan petunjuk kepada manusia.

3. Mengapa Muhammad itu pergi ke pasar untuk mencari nafkah hidupnya seperti orang biasa? Di mana letak kelebihannya sehingga ia diangkat Allah sebagai Rasul.

4. Mengapa Allah tidak menurunkan saja kepadanya perbendaharaan dari langit agar dia dapat menumpahkan seluruh perhatiannya kepada dakwah untuk menyebarkan agamanya, sehingga dia tidak perlu lagi pergi ke pasar melakukan jual beli untuk mencari nafkah hidupnya.

5. Atau kenapa tidak diberikan kepadanya kebun yang luas yang hasilnya dapat menutupi kebutuhannya.

Setelah mereka berputus asa karena semua tawaran mereka ditolak oleh Muhammad tidak ada jalan lain bagi mereka kecuali menuduhnya sebagai orang yang kena sihir sehingga tidak dapat lagi membedakan antara yang baik dan yang buruk. Menurut mereka orang-orang seperti itu tidaklah pantas untuk dipercaya apalagi untuk diangkat Allah sebagai Nabi.

Isi Kandungan Kosakata

Kanzun كَنْزٌ (al-Furqān/25: 8)

Kanzun adalah bentuk mufrad artinya perbendaharaan. Jamaknya “kunūz”. Akar katanya (ك- ن- ز) artinya berkisar pada pergabungan atau perkumpulan pada sesuatu (tajammu’ fi syai’in). Jika ada unta yang gemuk, dagingnya kelihatan menonjol dikatakan, “nāqah kinazullahmi.” Dari arti dasar ini muncul pengertian baru yaitu mengumpulkan harta dengan harta lainnya dan menjaganya. Dari sinilah muncul arti “perbendaharaan”. Al-Kanz bisa juga diartikan dengan harta yang banyak.

Permintaan orang kafir kepada Nabi Muhammad agar dia diturunkan kepadanya harta yang banyak menunjukkan bagaimana sikap materialistisnya mereka, sehingga segala sesuatu diukur dengan harta benda.

2. Masḥūrā مَسْحُوْرًا (al-Furqān/25: 8)

Masḥūrā bentuk isim maf’ul dari fi’il māḍī “saḥara” ( سحر ) artinya orang yang terkena sihir. Akar kata yang terdiri dari (س-ح- ر) mempunyai tiga macam pengertian. Pertama, nama satu anggota badan yaitu terletak di ujung tenggorokan, bisa juga berarti paru paru. Kedua, menampilkan sesuatu yang batil dalam bentuk yang hak atau penipuan. Ketiga, waktu sahur yaitu waktu sebelum subuh.

Dalam konteks ayat ini pengertian kedualah yang tepat yaitu apa yang disebut dengan ilmu sihir. Dengan demikian kata “masḥūr” artinya bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang terkena sihir yang dengan kelihaiannya bisa memperdayai orang lain. Bisa juga diartikan bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang dipalingkan dari kebenaran atau orang yang kena tipu. Ilmu sihir sendiri bisa berarti satu ilmu yang memperalat setan dengan mendekatkan diri kepadanya untuk tujuan-tujuan yang batil. Maka muncul gerakan-gerakan yang di luar kebiasaan. Sihir bisa juga berarti perkataan indah yang membius orang lain.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto