Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 57 - Surat Al-Furqān (Pembeda)
الفرقان
Ayat 57 / 77 •  Surat 25 / 114 •  Halaman 365 •  Quarter Hizb 37.25 •  Juz 19 •  Manzil 4 • Makkiyah

قُلْ مَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اَنْ يَّتَّخِذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيْلًا

Qul mā as'alukum ‘alaihi min ajrin illā man syā'a ay yattakhiża ilā rabbihī sabīlā(n).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu (dalam menyampaikan risalah itu), kecuali (mengharapkan agar) orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.”

Makna Surat Al-Furqan Ayat 57
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah kemudian memberikan arahan kepada Nabi-Nya. Katakanlah, wahai Rasul-Ku kepada orang-orang kafir itu, “Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu baik berupa materi atau manfaat lainnya, dalam menyampaikan risalah itu, melainkan mengharap agar orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya dengan berinfak pada jalan Allah dan amalan saleh lainnya. Jika mereka mau melakukan hal itu, lakukanlah.” Keimanan dan amal saleh mereka sudah cukup bagi rasul sebagai imbalan atas tugasnya sebagai seorang rasul.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah memerintahkan Nabi supaya menerangkan kepada kaumnya bahwa walaupun beliau diutus untuk keselamatan mereka, namun beliau sama sekali tidak mengambil keuntungan untuk diri pribadinya. Beliau tidak meminta upah sedikit pun kepada mereka dalam menyampaikan risalah ini, kecuali bagi orang yang dengan kemauannya sendiri ingin berbuat amal saleh untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan mengeluarkan sedekah atau bantuan suka rela, itulah yang baik baginya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Żahīran ظَهِيْرًا (al-Furqān/25: 55)

Żahīr terambil dari kata ẓahara-yaẓharu-ẓahr/ uhūr artinya “membantu”. Terdapat kata ẓahr yaitu “punggung”. Dalam Surah al-Insyirāḥ/94: 3 di-sebutkan, “Allażi anqaḍa ẓahraka” (yang memberatkan punggungmu), yaitu tugas menyampaikan wahyu yang harus diemban Nabi saw. Żihriy adalah sesuatu yang diletakkan di punggung, yaitu sesuatu yang dilupakan. Dengan demikian, ẓahara ‘membantu’ yang dikaitkan dengan ẓahr ‘punggung’ adalah “menyediakan punggung untuk memanggul beban orang lain”. Dari kata itulah dibentuk kata pelaku sangat (ṣigah mubālagah) yaitu ẓahīr ‘yang amat membantu’. Dalam Al-Qur’an dinyatakan, Walā takūnanna ẓahīran lil-kāfirīn ‘Karena itu janganlah kau (ya Muhammad) menjadi penolong orang-orang kafir’ (al-Qaṣaṣ/28: 86), artinya mereka tidak akan memperoleh pertolongan apa pun dari Nabi saw baik di dunia maupun di akhirat. Dan juga terdapat ayat, Wa kānal-kāfiru ‘alā rabbihī ẓahīra ‘Orang kafir itu menjadi penolong (setan) melawan Tuhannya’.

Terdapat akar kata lain yaitu ẓahara-yaẓharu-ẓuhūr artinya “tampak” yang tadinya tersembunyi. Dalam Surah ar-Rūm/30: 41disebutkan, “Żaharal-fasādu fil-barri wal-baḥri bimā kasabat aydin-nās” (Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia). Dari kata itu terbentuk ẓāhara yaitu “menganggap dua hal yang berbeda tampak sama”. Dalam Al-Qur’an juga disebutkan, “Wallażīna yuẓāhirūna min nisā’ihim yaitu “Orang yang tampak olehnya istrinya sama dengan ibunya”. Perbuatan itu disebut ẓihār. Terdapat pula kata ẓuhr ‘waktu zuhur/siang’. Salat Żuhr adalah salat di siang hari (waktu yang jelas sekali tampak segala sesuatu).

2. Khilfah خِلْفَة (al-Furqān/25: 62)

Kata khilfah terambil dari kata khalafa yang berarti berada di belakang sesuatu atau sesudahnya. Kata ini merujuk kepada sesuatu yang datang sesudah yang lain guna menggantikan tugas yang diperankan oleh pihak lain yang datang sebelumnya. Ayat ini menjelaskan bahwa malam yang datang menggantikan siang, kedua-duanya dapat dijadikan sebagai sarana untuk membuktikan kekuasaan dan keesaan Allah, dan keharusan beribadah kepada-Nya. Kata khilfah hanya disebutkan sekali di dalam Al-Qur’an yaitu dalam ayat ini.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto